Coba hitung berapa jam yang kita habiskan di kantor dibandingkan di rumah? Dikurangi dengan waktu tidur dan istirahat, berapa sisa waktu bebas Anda? Kadang, kita kewalahan membagi waktu antara keluarga dan kerja. Akibat waktu keduanya tak seimbang, kita jadi stress, frustasi, mudah marah, dan tidak enjoy lagi menjalani kehidupan.

Hal ini terbukti dari survei bahwa karyawan yang mampu menciptakan work-life balance mampu bekerja lebih produktif di jam-jam kerjanya. Hal ini membuat karyawan memiliki kesadaran untuk berkontribusi dan memberikan performa terbaik.

Saat ini, berbagai perusahaan sudah menerapkan prinsip work-life balance. Artinya, kita bekerja dengan tidak mengabaikan aspek kehidupan lain seperti keluarga, teman, diri sendiri, hingga kehidupan spiritual kita.

Seseorang bisa dibilang memiliki keseimbangan hidup saat ia sudah mampu membagi waktunya antara pekerjaan dan kehidupan lainnya. Tidak hanya tinggal di kantor hingga larut malam hingga tak memiliki kehidupan sosial dengan teman-teman.

Hal ini terbukti dari survei bahwa karyawan yang mampu menciptakan work-life balance mampu bekerja lebih produktif di jam-jam kerjanya. Hal ini membuat karyawan memiliki kesadaran untuk berkontribusi dan memberikan performa terbaik.

Work-life balance juga meningkatkan kesehatan diri karyawan, dan hal ini berarti mengurangi absensi, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Lebih lagi, karyawan-karyawan yang sehat bisa menebarkan energi positif dan menurunkan tingkat stres di tempat kerja.

Berikut adalah beberapa tips untuk menciptakan work-life balance:

Ketahui jam biologis Anda dengan baik
Jangan tidur terlalu malam hingga kelelahan di pagi hari berikutnya. Pagi hari merupakan waktu yang paling produktif, jadi coba fokuskan energi Anda di pagi hari.

Matikan Ponsel
Pekerjaan memang tidak akan pernah habis. Jadi ketika pulang kantor, jangan lagi membaca email tentang pekerjaan. Istirahatkan pikiran dan tubuh.

Membuat jadwal waktu pribadi
Susun jadwal Anda selama seminggu, baik itu pekerjaan maupun acara pribadi. Buat rencana untuk setiap akhir pekan, sehingga Anda terhindar dari godaan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kantor atau bekerja di akhir pekan.

Mulailah dari hal kecil dan kembangkan
Tak ada salahnya untuk meminta pengurangan jam kerja di kantor (dengan kompensasi gaji berkurang juga) tapi Anda mendapat lebih banyak waktu untuk dinikmati bersama anak-anak. Mulailah mengurangi 1-2 jam per harinya. Jangan langsung mengurangi jam kerja dari 80 jam per minggu menjadi 40 jam per minggu. Tubuh dan jiwa Anda bisa kaget.

Manfaatkan waktu Anda secara maksimal
Jangan buang waktu Anda untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna, misalnya pergi ke bar, pulang sampai pagi hari dan dalam keadaan mabuk. Keesokan harinya Anda akan merasa sangat lelah dan menghabiskan seluruh akhir pekan hanya di atas ranjang kelelahan. Lebih baik habiskan dengan keluarga dan teman-teman Anda sambil melakukan aktivitas yang berguna.

Olahraga dan Meditasi
Olahraga dan meditasi bisa dilakukan di mana saja. Tempat olahraga sudah bertebaran di mall dan mudah dijangkau. Anda bisa ikut kelas meditasi atau yoga, lalu mempraktikkannya di rumah. Kegiatan-kegiatan ini bisa membuat Anda lebih rileks.

Share Button