Sebuah estimasi mengatakan bahwa 1,000 orang Singapore meninggal akibat serangan jantung mendadak setiap tahunnya. Setengah dari jumlah tersebut berumur di bawah 60 tahun, menurut sebuah penelitian oleh National Heart Centre Singapore (NHCS) yang berkolaborasi dengan Health Sciences Authority di tahun 2003. Studi tersebut menemukan bahwa 91 persen dari orang-orang yang meninggal akibat serangan jantung yaitu laki-laki dengan jarak umur antara 46 – 55 tahun. Dalam dunia medis kasus ini disebut sebagai sudden cardiac arrest, di mana jantung berhenti secara tiba-tiba.

Aritmia Sebabkan Serangan Jantung Mendadak
Sudden cardiac arrest atau henti jantung mendadak tidak sama dengan serangan jantung atau heart attack. Heart attack/serangan jantung terjadi karena aliran darah ke jantung mendadak terputus, namun cardiac arrest biasanya disebabkan oleh gangguan listrik di dalam jantung. Jantung memiliki sistem konduksi listrik yang mengontrol irama jantung tetap normal. Masalah dengan sistem konduksi dapat menyebabkan irama jantung abnormal yang disebut aritmia. Aritmia adalah suatu kondisi di mana jantung berdetak dengan ritme yang tidak normal dan sangat cepat. Hal ini dijelaskan oleh Profesor Ching Chi Keong, seorang konsultan senior dari Departemen Kardiologi National Heart Centre Singapore (NHCS).

Jika komplikasi fibrilasi ventrikel terjadi, maka detak jantung menjadi sangat cepat yaitu antara 400-500 detakan dalam 1 menit.

Aritmia ini yang sering menjadi penyebab sudden cardiac arrest. Jika komplikasi fibrilasi ventrikel terjadi, maka detak jantung menjadi sangat cepat yaitu antara 400-500 detakan dalam 1 menit (di mana dalam keadaan normal adalah 60-100 detakan per menit). Ruang bawah jantung yang fungsinya memompa darah dan oksigen ke tubuh, tidak efektif memompa darah keluar dari jantung. Akibatnya, aliran darah ke otak terhambat dan orang tersebut hilang kesadaran. Ini adalah keadaan gawat darurat medis dan orang tersebut bisa meninggal dalam hitungan menit tanpa pengobatan. Bahkan jika korban selamat, ada kemungkinan besar terjadi kerusakan di otak yang menyebabkan orang tersebut cacat seumur hidup.

Detak jantung yang melambat lama kelamaan juga dapat menyebabkan henti jantung tetapi tidak drastis dan tidak mendadak pula.

Seringkali, aritmia yang mengancam nyawa terkait dengan beberapa kondisi jantung, seperti:
• Penyakit jantung koroner
Penelitian di Singapura menemukan bahwa 81 persen dari semua kematian jantung mendadak disebabkan oleh penyakit jantung koroner (pengerasan dan penyempitan pembuluh darah yang memompa jantung).
• Serangan jantung
Hampir 75 persen dari pasien sudden cardiac arrest pernah mengalami serangan jantung sebelumnya.
• Kardiomiopati hipertrofik (Hypertrophic Cardiomyopathy)
Penebalan pada otot jantung yang dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel, terutama selama beraktivitas.
• Gangguan listrik pada jantung
Salah satu gangguan ini yaitu sindrom Wolff-Parkinson-White, ditandai dengan saraf tambahan yang menghubungkan bilik jantung. Hal ini dapat menyebabkan ‘listrik arus pendek’ dalam jantung, sehingga detak jantung menjadi cepat. Selain itu juga disebabkan oleh sindrom Brugada (kondisi medis yang ditandai oleh sel-sel jantung abnormal yang mempengaruhi aktivitas listrik jantung sehingga irama jantung abnormal) dan sindrom Long QT (gangguan ritme jantung yang ditandai dengan detak jantung yang cepat yang dapat memicu episode pingsan mendadak atau kejang. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pada aktivitas elektrik jantung yang bertanggung jawab untuk mengatur kecepatan dan ritme jantung).

Beberapa faktor penyebab atau resiko untuk sudden cardiac arrest (henti jantung mendadak) adalah:
• Riwayat pribadi atau keluarga dengan penyakit jantung koroner, cardiac arrest, serangan jantung, gangguan ritme jantung, lemahnya fungsi jantung dan gagal jantung.
• Nyeri dada yang sering terjadi dan bahkan pernah pingsan selama melakukan aktivitas fisik.
• Merokok
• Tekanan darah tinggi
• Kolesterol yang tinggi
• Obesitas atau kelebihan berat badan
• Diabetes
• Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan

Profesor Ching menambahkan bahwa pasien cardiac arrest lebih banyak laki-laki, berusia lebih dari 35 tahun dan memiliki riwayat keluarga akan serangan jantung mendadak.

Profesor Ching menambahkan bahwa pasien cardiac arrest lebih banyak laki-laki, berusia lebih dari 35 tahun dan memiliki riwayat keluarga akan serangan jantung mendadak.

Jadi mulai sekarang perhatikan kesehatan Anda. Rajin berolahraga, jangan merokok dan jauhi para perokok, miliki gaya hidup sehat, dan rutin kontrol kesehatan Anda.

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Fiona Amelia, MPH, Compliance Care Coordinator di Medikaloka Healthcare.
Share Button