MMungkin kita mendengar penyakit Parkinson melalui beberapa selebritis terkenal seperti Michael J Fox atau mantan petinju dunia Muhammad Ali yang mengidap penyakit ini. Bahkan artis komedi Hollywood yang beberapa waktu lalu meninggal secara mengejutkan, Robin Williams, diduga menderita Parkinson tahap awal. Ditemukan bahwa 1% dari populasi manusia di dunia dengan umur 60 tahun ke atas, berpotensi mengidap Parkinson. Nama penyakit ini sebenarnya berasal dari nama seorang dokter Inggris, James Parkinson, yang pertama kali memperkenalkan penyakit kerusakan otak ini.

Apa penyebab Parkinson?
Rata-rata orang yang menderita Parkinson ini berumur 60 tahun ke atas, jadi memang penyakit ini merupakan penyakit para manula. Penyebabnya adalah proses degeneratif yang mempengaruhi sel-sel dalam otak yang disebut basal ganglia (bagian dari otak untuk mengontrol gerakan tak sadar seseorang dan membentuk postur). Kerusakan pada bagian ini menyebabkan penyakit Parkinson, yaitu ketidakmampuan gerak yang terus menurun dan berlangsung dalam jangka panjang. Penyebab pasti dari proses degeneratif ini masih dalam penelitian. Banyak kasus yang kurang jelas penyebabnya, dan dengan sejumlah pengecualian, tidak diwariskan dari anggota keluarga.

Apa saja gejala Parkinson?
Beberapa gejala umum penyakit Parkinson ini yaitu :
• Gemetar atau tremor
Biasanya jari-jarinya akan gemetar secara terus menerus. Bahkan ketika orang tersebut beristirahat atau tidak melakukan kegiatan apa-apa, jari-jarinya akan terus gemetar.
• Bradykinesia
Melambatnya pergerakan tubuh, khususnya gerakan spontan dan rutin. Biasanya mudah dilihat ketika menulis dan berpakaian. Mereka akan cenderung lambat melakukan itu semua. Lalu gaya berjalan yang cenderung menyeret.
• Otot kaku
Otot cenderung terasa kaku, kram, dan tidak relaks. Seringkali otot bagian leher dan muka terasa nyeri dan berlangsung cukup lama. Pada beberapa orang, muncul mati rasa dan kesemutan.
• Ketidakstabilan postur tubuh
Penderita Parkinson mengalami masalah pada keseimbangan postur tubuh. Bisa menyebabkan orang tersebut mudah jatuh dan mengalami cedera sampai patah tulang.

Apa efek lain yang disebabkan oleh Parkinson?
• Susah tidur
• Perubahan suasana hati (cenderung mengalami depresi dan gelisah)
• Penurunan fungsi kognitif (banyak pasien Parkinson kemungkinan besar mengalami demensia)
• Gangguan psikologis: sering berhalusinasi dan delusi
• Cepat merasa lelah
• Disfungsi sistem syaraf otonom, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan dan susah buang air kecil. Serta menurunnya tekanan darah saat orang tersebut berdiri, sehingga memiliki resiko jatuh cukup besar.

Apakah Parkinson ini semakin lama semakin bertambah parah?
Jawabannya iya. Penyakit Parkinson adalah penyakit yang cukup progresif, dan berkembang dengan sangat cepat. Dalam waktu 5 tahun setelah terjangkit penyakit ini, 25% dari pasien Parkinson mengalami cacat total atau bahkan meninggal, setelah 10 tahun, angka tersebut menjadi hampir 10%.

Bagaimanakah perawatan Parkinson?
Jika kita pernah menyaksikan film Robin Williams, ‘Awakening’ di sana terlihat ada terapi untuk penyakit ini, L-dopa (Levodopa) namanya, yaitu obat yang diubah menjadi dopamin, memberikan pasien yang kekurangan neurotransmitter, dan secara mengejutkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Namun jika L-dopa ini diubah menjadi dopamin di bagian tubuh selain otak, maka dapat menyebabkan efek samping mual, muntah dan menurunnya tekanan darah secara drastis. Biasanya dokter akan mengkombinasikan obat ini dengan obat lainnya. Di Amerika Serikat, kombinasi ini dinamakan Sinemet. (Di Indonesia namanya Madopar, dari Roche).

Apakah Parkinson bisa sembuh total?
Sayangnya sampai saat ini belum ada 100% obat yang dapat menyembuhkan secara total penyakit Parkinson ini. Terapi bertujuan untuk memperbaiki dan mengelola gejala. Reaksi seseorang terhadap terapi Parkinson juga tidak seragam sehingga belum tentu satu jenis terapi cocok digunakan semua orang. Selain terapi dengan obat-obatan, pasien juga perlu melakukan terapi fisik dan berbicara serta perubahan gaya hidup untuk mengelola dan memperlambat perkembangan dari penyakit.

Namun mengingat jaman yang semakin maju termasuk dunia kedokteran, ahli terapi, ahli syaraf, terapi fisik, dan masih banyak lagi lainnya, maka pasien Parkinson dapat berharap untuk hidup dengan normal dengan kualitas yang baik.

Share Button