Pembawa acara dan komedian, Olga Syahputra meninggal pada usia yang cukup muda, 32 tahun. Kepergiannya membuat banyak penggemar, terutama keluarganya, berduka dalam. Olga meninggal karena terserang penyakit meningitis atau radang selaput otak yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Resiko meningitis sangat berbahaya, bahkan bisa berujung pada kematian. Namun ternyata, penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Tidak hanya meningitis, vaksin bisa mencegah banyak penyakit pada umumnya.

Secara umum, kita mengenal vaksinasi yang diperuntukkan bagi anak-anak. Jangan salah, kita sebagai orang dewasa juga perlu melakukan vaksinasi. Banyak yang tidak menyadari bahwa vaksinasi penting untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi terhadap infeksi, terutama bagi penyakit kronis. Di Amerika Serikat dan Kanada, mereka telah memiliki standar untuk melakukan vaksinasi bagi pasien rawat inap sebelum mereka diperbolehkan pulang.

Menurut dr. Leong, spesialis penyakit menular di Mount Elizabeth Novena Specialis Centre, mengatakan bahwa vaksinasi ini dapat menyelamatkan hidup orang banyak. Dalam beberapa kasus misalnya, bagi orang berumur lebih dari 65 tahun, penyakit influenza bisa menyebabkan kasus kematian pada 168 orang dari 100.000 kasus, namun dengan vaksinasi, angkanya menurun menjadi 100 orang. Vaksinasi dapat mengurangi kejadian pneumonia pada orang tua, orang dengan kekebalan lemah yang pada gilirannya, mengurangi tingkat kematian, ujarnya lagi.

Vaksinasi umumnya tidak membahayakan kesehatan seseorang. Efek samping biasanya hanya kemerahan dan nyeri. Kekebalan tubuh menurun seiring dengan bertambahnya usia, dan pada usia 50 tahun ke atas, resiko terkena infeksi semakin tinggi. Karenanya, orang dewasa perlu menyadari pentingnya mendapatkan vaksinasi.

Tipe umum yang sering dilakukan orang dewasa yaitu vaksinasi influenza. Namun banyak juga vaksinasi lain yang sebenarnya juga dibutuhkan dan sangat dianjurkan. Kami akan berikan ulasan singkat berikut ini:

1. Influenza
Bagi dewasa segala usia. Mereka yang membutuhkan vaksinasi ini khususnya yang memiliki masalah kekebalan tubuh, dan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes, paru-paru, jantung, ginjal, ataupun liver. Frekuensi: sebaiknya dilakukan setiap tahun sekali.

2. Pneumokokus
Khususnya bagi yang berusia 50 tahun ke atas, dan mereka yang memiliki gangguan imun, masalah kesehatan seperti diabetes, paru-paru, jantung, ginjal, ataupun liver. Vaksin ini direkomendasikan untuk melawan bakteri pneumokokus (yang bisa menyebabkan sakit pneumonia, meningitis (radang selaput otak), infeksi pembuluh darah, mata, dan telinga. Frekuensi: biasanya sekali saja, namun bagi orang yang memiliki gangguan imun bisa dilakukan sekali setiap lima tahun.

3. Tdap (Tetanus, difteri, dan pertussis)
Biasanya direkomendasikan untuk anak berusia 14-16 tahun. Jika Anda belum pernah mendapatkannya, sangat disarankan untuk mendapat suntikan sebelum berusia 64 tahun. Khusus untuk pertussis atau batuk rejan (batuk 100 hari), setiap orang dewasa dianjurkan untuk mendapatkan suntikan tambahan karena penyakit ini ada di mana saja. Frekuensi: dianjurkan sekali dalam 10 tahun.

4. MMR (Measles, Mumps, dan Rubella)
Sadarkah bahwa Anda mungkin tidak terlindungi dari campak jika Anda divaksinasi antara tahun 1970 dan 1996? Karena itu, jika Anda belum mendapatkan sedikitnya 2 suntikan, Anda harus segera mendapatkan vaksin tersebut. Setelah Anda imunisasi kedua, perlindungan akan terjadi seumur hidup.

5. Cervical Cancer (Vaksin HPV)
Akhir-akhir ini, vaksin HPV marak dikampanyekan. Tentunya karena vaksin tersebut bisa mencegah kanker mulut rahim yang mematikan. Frekuensi: tiga kali suntikan dalam kurun waktu 6 bulan.

6. Hepatitis B
Semua orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin tersebut, wajib untuk mendapatkan suntikan ini. Sebagai gambaran, mungkin Anda belum mendapatkan vaksin ini jika Anda lahir sebelum tahun 1987, di mana vaksin diberikan hanya untuk bayi di masa itu. Jika Anda kurang yakin apakah Anda pernah mendapatkannya atau tidak, Anda bisa melakukan tes darah untuk mengetahui apakah Anda memiliki sistem imun untuk melawan virus.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati!

Share Button