Tahukah Anda bahwa kadar kolesterol tinggi dalam darah dapat menyebabkan disfungsional ereksi? Dislipidemia adalah gangguan kesehatan akibat kelainan lemak dalam darah. Pada dyslipidemia, kadar lemak-lemak jahat yaitu LDL kolesterol dan trigliserida mengalami peningkatan. Sebaliknya kadar lemak yang baik yaitu HDL kolesterol justru mengalami penurunan.

Kolesterol dan lemak tidak dapat larut dalam darah. Mereka diangkut ke dalam sel oleh sebuah operator khusus namanya lipoprotein. Lipoprotein terdiri dari kolesterol, protein dan lemak. Tiga partikel utama dari lipoprotein adalah HDL (high density lipoprotein), LDL (low density lipoprotein), dan VLDL (very low density lipoprotein). Tes darah yang biasa dilakukan adalah untuk mengukur ketiga jenis kandungan kolesterol tersebut. Pria dengan kadar kolesterol total lebih dari 240 mg/dl memiliki risiko 2,7 kali lipat peningkatan untuk memiliki disfungsi ereksi parah.

Kenali Jenis-jenis Kolesterol
LDL kolesterol dan trigliserida disebut lemak jahat karena lemak ini membawa kolesterol dari dalam hati dan melepaskannya pada dinding pembuluh darah. Keadaan ini bisa menimbulkan timbunan kolesterol (plak) pada dinding pembuluh darah yang disebut ateroma.

HDL kolesterol disebut lemak yang baik karena jenis ini berperan mengangkut kolesterol yang tercecer pada dinding pembuluh darah dan dibawa kembali ke hati. Dengan kata lain HDL kolesterol mencegah terjadinya aterosklerosis sehingga tidak terjadi penyakit jantung koroner.

Bagaimana hubungan antara kolesterol dan disfungsi ereksi?
Seperti dikatakan di awal bahwa kolesterol dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Pada banyak pria yang memiliki disfungsi ereksi, hiperkolesterolemia (tingginya kadar kolesterol dalam darah) adalah satu-satunya faktor yang terlihat. Namun tentu saja kita tidak bisa melupakan faktor lainnya, yaitu penyakit diabetes, atau dislipidemia (seperti dijelaskan di atas).
Dulu pihak medis menyebut bahwa disfungsi ereksi berkaitan dengan kejiwaan. Namun, akhir-akhir ini dilakukan penelitian bahwa disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh penyakit yang ada di dalam tubuh, salah satunya tingginya kolesterol. Agar mekanisme ereksi penis bisa berjalan dengan baik, maka kondisi pembuluh darah harus baik. Jika pembuluh darah tidak baik (terhambat) maka kualitas ereksi juga akan menurun.

Adanya lemak jahat atau kolesterol tinggi dalam darah akan menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan kerusakan pembuluh darah. Hal ini tentu saja menyebabkan aliran darah ke penis juga terganggu. Maka akibatnya ereksi pun jadi terganggu. Jika dirasa Anda mengalami kelebihan berat badan, merokok, kurang olahraga, dan mengalami ereksi yang tidak bisa keras, maka sebaiknya segera cek kadar kolesterol dalam darah Anda.

Kolesterol tinggi bisa disebabkan oleh banyak hal. Dari faktor yang terkait gaya hidup, misalnya makan makanan berlemak, junk food, merokok, minum alkohol, dan jarang berolahraga. Faktor lainnya yaitu usia, semakin bertambahnya usia seseorang maka jumlah kolesterol jahat dalam darah juga semakin banyak.

Bagaimana caranya agar ‘perkasa’ kembali?
Tentu saja jika masalahnya ada pada kolesterol, maka Anda harus berusaha menurunkan kadar kolesterol tersebut. Ubahlah gaya hidup Anda, khususnya pola makan. Beberapa orang bisa hanya dengan menjaga pola makan, dan rajin berolahraga, namun bagi beberapa orang lainnya memerlukan obat dan pengawasan dari dokter.

Perubahan gaya hidup meliputi :
• Mengubah pola makan. Hindari makanan berlemak dan rajin mengkonsumsi sayur dan buah.
• Rajin berolahraga, khususnya kardio (untuk pembakaran lemak).
• Tidak merokok dan tidak minum minuman keras.

Anda tentunya tidak ingin mengecewakan pasangan di ranjang, bukan? Saatnya cek kolesterol Anda dan ikuti gaya hidup sehat.

Share Button