Dengan serangga yang jumlahnya jutaan dibandingkan satu orang manusia, sekitar 600.000 orang meninggal akibat penyebaran malaria setiap tahunnya. Untuk menghindarinya, kita umumnya memanfaatkan obat nyamuk. Obat nyamuk yang biasa kita lihat pada rak-rak supermarket terdiri dari dua metode penggunaan: membasmi langsung dengan menyebarkan zat racun bagi nyamuk atau mengusir nyamuk dengan zat yang menjadikan diri kita “tidak menarik” bagi nyamuk. Tapi, apa saja kandungan dari obat nyamuk yang sehari-hari kita gunakan itu? Perlukah kita waspadai?

Bahaya kandungan-kandungan pada obat nyamuk bagi kesehatan dapat dihindari dengan menggunakan obat nyamuk secara cermat. Alternatif lainnya adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti lavender, bawang putih, dan kemangi.

Obat nyamuk, atau lebih luasnya, obat serangga, menggunakan variasi bahan dan formula yang bergantung pada bagaimana dan di mana obat tersebut akan digunakan. Namun, obat serangga pada umumnya mengandung pyrethroid dan diethyltoluamide. Pyrethroid merupakan bahan kimia sintetis yang dirancang menyerupai minyak alami dari bunga krisan yang menyerang sistem saraf serangga, sedangkan diethyltoluamide dirancang untuk digunakan pada kulit manusia agar serangga kesulitan mendeteksi kita. Kandungan-kandungan tersebut bersifat racun bagi serangga, dan apa yang beracun bagi serangga tentu tidak mungkin menyehatkan bagi manusia. Hanya saja, sangat berbeda kadarnya.

Bahaya kandungan-kandungan tersebut bagi kesehatan Anda dapat dihindari dengan menggunakan obat nyamuk secara cermat. Pakai obat nyamuk sesuai dengan petunjuknya. Jika obat nyamuk yang Anda gunakan adalah jenis semprot, arahkan semprotan ke tembok, bukan ke udara yang dapat dengan mudah dihirup oleh Anda dan anggota keluarga lainnya. Gunakan obat nyamuk sesuai batas kadarnya, jika lebih, bisa membahayakan kesehatan Anda. Alternatif lainnya adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti lavender, bawang putih, dan kemangi.

Share Button