Apakah membakar lebih banyak kalori bisa mengatasi kegemukan? Apakah diet Anda selama ini sudah efektif? Sebelum tahu jawabannya, Anda perlu memahami mekanisme kenaikan berat badan. Simak ulasan berikut ini yuk.

Kebanyakan orang percaya bahwa mereka gemuk karena mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar. Tapi, tubuh manusia adalah sistem yang kompleks, melampaui cara kerja kalkulator yang bisa diakali berdasarkan hitungan kalori yang masuk dan keluar. Kalau teori kalori itu benar, maka Anda harus olahraga berjam-jam cuma untuk membakar kalori beberapa biskuit yang Anda makan.

Menjaga kerampingan badan bukan demi penampilan dan kepercayaan diri saja, tapi juga demi kesehatan tubuh Anda lho. Saat lemak bertambah, artinya tubuh Anda tak berfungsi sebagaimana mestinya, metabolisme Anda kacau dan menjadi resistan terhadap insulin. Risikonya, di kemudian hari Anda terancam gangguan metabolisme lainnya seperti diabetes, sakit jantung, darah tinggi, dan berat badan yang naik turun.

Kini, makin banyak orang berusaha menjaga kesehatan dengan mengikuti suatu rekomendasi atau ajaran tanpa tahu kajian dan buktinya. Alhasil, mereka tetap susah payah menurunkan berat badan, belum lagi kalau ternyata cara itu tak sehat. “Anda gemuk karena mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar.” atau “Anda gemuk karena kurang olahraga.” merupakan pernyataan yang terlalu sederhana karena tubuh manusia adalah sistem yang kompleks. Badan kita bukan kalkulator, yang bisa diakali berdasarkan hitungan kalori yang masuk dan keluar.

Kalau teori kalori itu benar, maka Anda harus olahraga berjam-jam hanya untuk membakar kalori beberapa biskuit yang Anda makan. Selain itu, olahraga justru akan membuat Anda harus melawan rasa lapar yang bertambah. Padahal, kalau pun diam, kalori akan tetap terbakar untuk menjalankan otak, sistem pencernaan, dan jantung yang jumlah bakarannya tak jauh berbeda dibanding saat berolahraga.

Hal yang perlu Anda ketahui adalah: menurunkan berat badan bakal jauh lebih mudah saat Anda mulai bekerja sama – bukannya melawan – tubuh Anda. Seseorang biasanya ada di kisaran berat badan yang sama selama bertahun-tahun, kan? Alasannya, tubuh kita punya suatu titik standar yang akan mempertahankan susunannya sedemikian rupa supaya tetap ada di titik tersebut. Inilah mengapa banyak orang kesulitan menurunkan berat badan saat mencoba melawan sifat dasarnya dan hampir selalu kembali mengalami kenaikan berat badan. Pada akhirnya, tubuh Anda akan kembali pada titik standarnya.

Apa peran insulin dalam hal ini? Di dalam tubuh, karbohidrat diubah menjadi glukosa. Hormon insulin membantu menstabilkan gula darah Anda dengan menyalurkan kelebihan glukosa ke sel-sel otot, hati, dan lemak untuk digunakan sebagai energi. Otot dan hati cuma bisa menyimpan glikogen (glukosa yang disimpan) dalam jumlah tertentu. Kalau sudah penuh, insulin harus memindahkan kelebihan glukosa dalam darah ke tempat lain, yaitu ke dalam sel-sel lemak. Masalahnya, karbohidrat adalah makanan sehari-hari yang umumnya kita konsumsi dalam jumlah besar. Contohnya nasi putih. Kalau porsinya berlebihan, kadar insulin jadi terus-menerus tinggi, yang kemudian memicu rangkaian yang disebut sindrom metabolik. Salah satu tandanya adalah kenaikan berat badan.

Sindrom metabolik bisa muncul dengan cara dan pada waktu yang berbeda-beda bagi setiap orang. Bahayanya, kadang suatu jenis sindrom metabolik bisa muncul tanpa kenaikan berat badan.

Peningkatan kadar insulin yang berkelanjutan juga mengganggu hormon leptin yang berfungsi menimbulkan rasa lapar. Akibatnya, Anda jadi tetap lapar dan makan lebih banyak lagi meski sel-sel tubuh Anda sudah penuh. Kalau masih tetap berlanjut, lama-kelamaan sel tubuh jadi resistan pada insulin demi melindungi diri, karena terlalu banyak glukosa akan merusak dan menyebabkan peradangan. Meski sel-sel tubuh Anda sedang lapar dan kekurangan glukosa, sel kesulitan untuk menyerapnya dan malah disimpan sebagai lemak. Pada akhirnya, Anda menjadi semakin lapar, energi Anda menurun, sementara berat badan Anda terus naik.

Sindrom metabolik bisa muncul dengan cara dan pada waktu yang berbeda-beda bagi setiap orang. Bahayanya, kadang suatu jenis sindrom metabolik bisa muncul tanpa kenaikan berat badan. Kabar baiknya adalah sebagian besar metabolisme yang kacau bisa kembali seperti semula dengan penanganan yang tepat. Asal tahu triknya, Anda bisa menyetel ulang tubuh Anda, menurunkan berat badan, dan mulai merasa sehat!

Share Button