Moms, kalau kita lihat efek perkembangan teknologi saat ini, anak-anak tak hanya memperoleh hiburan dari bermain dan berinteraksi di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Tak sedikit anak yang terobsesi dengan game di gadget, menjadikan gadget dan elemen-elemen di dalamnya sebagai bagian besar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Yuk cek, apakah game-game tersebut memengaruhi perilaku dan suasana hati anak?

Game online bisa memberikan anak berbagai manfaat, seperti mempererat ikatan pertemanan dan belajar membangun strategi. Tapi, efek negatifnya pun perlu diwaspadai. Peran Moms sangat besar untuk memberi pengertian ke anak tentang game yang boleh dimainkan, sesuai usianya.

Permainan yang ada sekarang jumlahnya tak terbatas, dan bisa dimainkan sendiri atau bersama pemain-pemain lain secara online. Game online inilah yang perlu lebih diperhatikan pengaruhnya bagi anak-anak kita, karena mereka akan berinteraksi dengan orang lain, baik yang mereka kenal maupun yang tidak. Bahkan, tahukah Moms bahwa beberapa jenis permainan yang sedang digandrungi anak menciptakan eksklusivitas pemain dan membuat semacam hierarki sosial dalam dunia maya?

Hierarki sosial ini bisa Moms lihat melalui tingkatan-tingkatan karakter dan kelompok yang dibuat pada game tersebut. Misalnya, ada raja, ratu, prajurit, dengan posisi tertinggi memiliki kuasa untuk menaikkan dan menurunkan pangkat anggota lain, atau memasukkan dan mengeluarkan anggota lain dari kelompok tersebut. Akibatnya? Anak jadi berebutan untuk mencapai posisi tertinggi, atau putus asa untuk bergabung dalam kelompok yang elite. Di sini, tindakan mengintimidasi bisa terjadi saat anak berkuasa di posisi tertinggi, dan tindakan diintimidasi bisa terjadi saat anak diturunkan pangkatnya atau ditolak bergabung dalam kelompok tertentu.

Perlu diakui bahwa game online jenis ini juga bisa memberikan berbagai manfaat, seperti mempererat ikatan pertemanan dan belajar membangun strategi. Tapi, efek negatifnya pun perlu diwaspadai Moms. Peran orangtua sangat besar untuk memberi pengertian ke anak tentang game yang boleh dimainkan, sesuai usianya.

Nah, salah satu cara untuk menyiasatinya adalah dengan mengajarkan anak cara membedakan mana yang benar dan yang salah. Misalnya, ada game yang membenarkan tindakan kekerasan dengan memberi poin saat pemain menabrak mobil atau memukul orang. Di usia anak yang masih belum banyak mengerti dan mudah terpengaruh, kita perlu menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut bukanlah hal yang baik di dunia nyata. Begitu juga tindakan pengintimidasian di dunia maya, yang walaupun perbuatan dan efeknya seakan tak nyata, akan tetap berdampak pada psikologis mereka. Yuk, lebih waspada Moms!

Share Button