Vaksinasi merupakan langkah yang tepat agar Anda dapat hidup sehat dan aktif. Jika Anda masih sering kebingungan akibat apa kata orang tentang vaksin – yang belum tentu benar, berikut ini informasi yang Anda butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat.

Mitos
Vaksin memiliki efek samping yang berakibat fatal
Pada dasarnya, vaksin aman bagi siapa saja, meski mungkin dapat menyebabkan efek samping. Efek samping paling umum dari vaksinasi adalah nyeri di lengan dan demam ringan. Tapi jika kita lihat secara keseluruhan, tidak ada yang bisa dibuktikan sepenuhnya aman, termasuk mobil yang Anda kendarai atau makanan yang Anda konsumsi. World Health Organization menyatakan bahwa Anda lebih mungkin menderita penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin daripada efek samping akibat vaksin. Jadi, vaksinasi mampu memberikan Anda manfaat yang jauh lebih besar untuk kesehatan Anda.

Fakta
Sekitar 29% kematian anak usia 1-59 bulan dapat dicegah oleh vaksin
Dengan melakukan vaksinasi, Anda akan memiliki kekebalan terhadap berbagai penyakit beserta komplikasi-komplikasi yang bisa terjadi akibat penyakit tersebut. Meski kemungkinannya kecil, penyakit-penyakit ini bisa mengalami komplikasi, seperti pneumonia akibat cacar air, atau tuli akibat campak. Kabar baiknya adalah, dengan vaksin, bahaya penyakit-penyakit tersebut bisa segera Anda cegah, terutama bagi anak-anak yang masih rentan terhadap berbagai penyakit.

Mitos
Memberikan beberapa vaksin sekaligus akan merusak sistem kekebalan tubuh anak
Vaksin adalah senyawa antigen – zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi – yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Perlu Anda sadari bahwa dalam aktivitas sehari-hari pun, anak terekspos pada ratusan zat asing yang memicu respon kekebalan tubuh mereka. Sakit tenggorokan saja misalnya, mengekspos anak pada lebih banyak antigen dibandingkan vaksin. Kabar baiknya lagi, kombinasi beberapa vaksin juga dapat menghemat waktu dan uang Anda.

Fakta
Menunda vaksinasi dapat membahayakan kesehatan
Saat ini, pemerintah mewajibkan masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus), BCG (Bacillus Calmette Guerin), polio, hepatitis B, dan campak. Pemberian masing-masing vaksin juga telah ditentukan berdasarkan waktu dan usia yang sesuai. Misalnya, suatu penyakit paling rentan diderita pada usia tertentu sehingga Anda perlu melakukan vaksinasi sebelum kisaran usia tersebut. Jadi jika Anda menunda jadwal yang telah dirancang sedemikian rupa oleh para ahli, Anda dapat membahayakan kesehatan Anda.

Share Button