Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh agar kebal terhadap penyakit. Data dari World Health Organization menyatakan bahwa vaksin diperkirakan telah mencegah hampir enam juta kematian setiap tahunnya. Namun pada kenyataannya, sebagian orang masih sering mengabaikan pentingnya vaksinasi. Hanya karena virus penyakit tidak terlihat, bukan berarti Anda tidak perlu memikirkannya. Jadi, jika Anda belum memvaksinasi diri Anda dan anak-anak Anda, mari ketahui risikonya.

Terekspos pada berbagai penyakit, mulai dari kesulitan bernafas dan menelan makanan, panas tinggi, berat badan turun drastis, diare yang melelahkan, hingga kunjungan tengah malam ke Unit Gawat Darurat, dapat membuat masa kecil jauh dari rasa nyaman dan aman.

Meski telah menerapkan gaya hidup sehat, tanpa vaksinasi yang dibutuhkan, Anda masih dapat terancam berbagai macam penyakit. Hal ini dapat Anda lihat pada Amy Parker yang menulis pengalaman hidupnya dalam artikel “Growing Up Unvaccinated”. Ia adalah seorang ibu yang sejak kecil tinggal di Inggris dengan gaya hidup sangat sehat. Mulai dari memakan sayuran dan daging organik yang ditanam dan dimasak sendiri, hingga tidak mengonsumsi MSG dan zat aditif lainnya. Kegiatannya sehari-hari pun aktif dengan menghabiskan sebagian waktu berjalan kaki dan berolahraga, diimbangi minum air yang cukup.

Namun, gaya hidup serba sehat itu tidak mampu mencegah derita masa kecilnya yang sakit-sakitan. Campak. Radang amandel. Cacar air. Lalu saat berusia 20 tahunan, ia menderita pra kanker serviks sampai akhirnya dikeluarkan. Mungkin beberapa penyakit yang dideritanya dapat dicegah jika ia mendapat vaksinasi.

Pengalaman masa kecilnya yang sakit-sakitan itu menyadarkan Amy untuk memvaksinasi dirinya dan anak-anaknya. Alasan terkuatnya adalah: ia tidak ingin anak-anaknya mengalami hal yang sama. Terekspos pada berbagai penyakit, ia pernah mengalami kesulitan bernafas dan menelan makanan, panas tinggi, berat badan turun drastis, diare yang melemaskan, hingga kunjungan tengah malam ke Unit Gawat Darurat yang membuat masa kecilnya jauh dari rasa nyaman dan aman. Bayangkan jika itu terjadi pada anak Anda. Maukah Anda menerima risikonya karena tidak memvaksinasi diri Anda dan anak-anak Anda?

Lebih lagi, keputusan Anda tidak hanya memengaruhi diri Anda, tapi juga orang-orang di sekitar Anda, khususnya bayi dan anak yang kesehatannya masih rentan. Sebagai contoh, bayi dari usia 6 hingga 12 bulan paling terancam terkena campak. Mereka masih terlalu muda untuk divaksinasi, namun mereka terancam penyakit ini oleh orang-orang lebih dewasa yang seharusnya sudah divaksinasi. Kesehatan mereka jadi terancam akibat penyebaran penyakit-penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah.

Jadi, vaksinasi tidak hanya berguna bagi kita yang diberi vaksin, tapi juga orang-orang sekitar yang berinteraksi dengan kita. Jika Anda tidak sakit, mereka pun tidak terancam tertular penyakit. Dengan begitu, kesehatan Anda, juga kesehatan orang-orang di sekitar Anda, dapat lebih terjaga.

Share Button