Sakit bisa datang kapan saja, dan yang menjadi pertanyaan adalah: mengapa saat liburan, anak justru lebih sering sakit? Mari ketahui beberapa penyebabnya agar anak Anda dapat tetap sehat selama liburan.

Perubahan pola makan
Selama liburan, orangtua cenderung lebih santai dalam hal makanan untuk anak. Jika biasanya anak dibawakan bekal sehat penuh gizi, saat liburan, anak cenderung dimanjakan dengan makanan yang mereka inginkan. Makanan cepat saji atau kudapan manis merupakan contoh makanan kesukaan mereka, belum lagi jika anak senang jajan sembarangan. Jumlah makanan yang terlalu banyak atau sedikit juga bisa mempengaruhi kesehatan anak. Jadi, usahakan agar keseimbangan gizi anak sehari-hari tetap teratur agar daya tahan tubuh mereka optimal.

Penularan virus
Anak senang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, entah itu bermain bersama anak-anak lain atau memegang-megang benda yang dilihatnya. Saat liburan, anak bisa terpapar kuman atau bakteri yang berasal dari tempat baru atau orang-orang di sekitarnya yang akhirnya menularkan penyakit kepada anak. Salah satu medium penyalur kuman atau bakteri ini adalah tangan. Jadi, biasakan anak untuk mencuci tangannya setelah beraktivitas dan sebelum makan. Jika sedang bepergian, siapkan hand sanitizer sebagai alternatif mencuci tangan dengan air.

Anak bisa terserang penyakit karena perubahan pola makan selama liburan. Misalnya, jajan sembarangan atau menyantap terlalu banyak kudapan manis tanpa mementingkan keseimbangan gizinya. Selain itu, anak juga bisa terserang penyakit akibat tertular virus, kurang istirahat, atau terlalu lama berdiam di dalam rumah.

Terlalu aktif dan kurang istirahat
Memiliki banyak waktu luang selama liburan, tentu anak akan memanfaatkan sebagian besar waktunya untuk bermain. Terlalu bersemangat bermain bisa membuat mereka menunda waktu makan, melewatkan waktu tidur siang, atau tidur terlarut malam. Belum lagi jika anak senang bermain di luar ruangan, dengan cuaca yang bisa sangat panas atau tiba-tiba turun hujan yang bisa mengganggu kesehatan mereka. Jika anak banyak beraktivitas, pastikan asupan tambahan energi dan cairan yang mereka butuhkan tetap terpenuhi dan tidur tetap cukup. Siapkan juga baju ganti kering jika mereka berkeringat atau kehujanan supaya tidak masuk angin.

Kurang aktif dan terlalu lama berdiam di rumah
Sebaliknya dari terlalu aktif, anak juga bisa menjadi kurang aktif karena terlalu nyaman berada di rumah saat liburan. Mereka bangun terlampau siang, atau menonton televisi terlampau lama. Terbiasa bermalas-malasan di rumah membuat anak jadi kurang gerak. Jadi, ajak anak agar tetap aktif, misalnya bersepeda atau bermain bulu tangkis di halaman. Bermain di luar dan terpapar sinar matahari yang cukup akan memberikan vitamin D alami untuk tubuh.

Setelah mengetahui penyebab-penyebabnya, mari jaga kesehatan anak dengan baik sehingga Anda sekeluarga bisa tetap sehat dan nyaman menjalani liburan.

Share Button