Membuat keputusan. Memunculkan ide. Menganalisis masalah. Mencari solusi. Segala aktivitas sehari-hari kita memerlukan proses berpikir – mengumpulkan dan menganalisis informasi – yang senantiasa akan mengasah otak. Makin kritis Anda berpikir, makin maksimal hasil analisis informasi tersebut. Jangan takut, berpikir kritis bukan berarti berpikir lebih banyak atau lebih keras yang mungkin terdengar melelahkan. Berpikir kritis artinya berpikir lebih baik. Berikut ini cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis Anda guna menggali potensi terbaik yang Anda miliki.

Berpikir kritis bukan berarti berpikir lebih banyak atau lebih keras, melainkan berpikir lebih baik. Berpikir kritis memberikan Anda kapasitas untuk memperbanyak pilihan dan cara dalam menghadapi segala situasi.

Asah keterampilan berpikir Anda
Hal pertama yang perlu mulai dilakukan adalah mempertanyakan asumsi-asumsi Anda. Kenapa kita berasumsi bahwa kita terlalu sibuk untuk punya waktu luang? Kenapa kita berasumsi bahwa kita tak bisa menjadi direktur perusahaan? Dengan menganalisis kembali pola pikir tersebut, Anda terdorong untuk merancang kembali dasar pemikiran Anda – yang mungkin saja tidak sepenuhnya benar – melalui sudut pandang yang baru. Metode ini juga berlaku untuk mempertanyakan informasi-informasi yang Anda peroleh. Dengan begitu, Anda akan makin mahir dalam mendeteksi dan menilai mana saja informasi yang berguna.

Anda perlu mempertanyakan segalanya. Ya. Segalanya. Karena bertanya adalah tindakan paling mendasar dan terpenting dari berpikir kritis. Hanya dengan bertanya, Anda bisa memperoleh jawabannya. Pertanyaan Anda bisa sesederhana mengapa langit berwarna biru, atau bagaimana bisa madu tidak akan pernah basi, hingga pertanyaan sekompleks bagaimana cara menumpas kemiskinan dunia, atau penemuan terbaru apa yang bisa Anda ciptakan. Rasa ingin tahu yang tinggi akan mendorong kita untuk mencoba hal-hal baru, senantiasa belajar dan berinovasi.

Perbanyak pengetahuan Anda demi keputusan yang lebih baik
Penilaian dan prasangka seseorang terhadap sesuatu bisa bersifat subjektif berdasarkan pengetahuan dan pandangan masing-masing. Kuncinya adalah membekali diri kita dengan pengetahuan yang cukup. Berpikirlah beberapa langkah ke depan. CEO Amazon.com, Jeff Bezos, memahami pentingnya berpikir beberapa langkah ke depan. Saat perusahaan-perusaahan lain hanya merancang rencana tiga tahun, ia sudah menyiapkan rencananya tujuh tahun ke depan. Hasilnya adalah lebih sedikit kompetisi, karena tidak banyak perusahaan yang berpikir sejauh itu. Perusahannya sudah berada di depan saat perusahaan lainnya masih berkutat mencari arah.

Isi waktu luang Anda dengan memperbanyak pengetahuan, misalnya membaca buku-buku bagus, atau melakukan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan fungsi otak. Mulai dari mencoba memecahkan suatu teka-teki setiap harinya, hingga rutin berolahraga. Cara lain adalah dengan menempatkan diri Anda di posisi orang lain. Dengan merasakan apa yang orang lain rasakan, Anda jadi lebih bisa berempati dan memahami apa motivasi mereka, apa aspirasi mereka, dan menjadikan Anda orang yang lebih baik, bagi diri sendiri maupun orang lain.

Terakhir, rangkai semua pengetahuan dan keterampilan itu sehingga Anda bisa berpikir kritis dan memanfaatkannya untuk menghadapi segala persoalan sehari-hari. Berpikir kritis memberi kita kapasitas untuk memperbanyak pilihan dan cara dalam menghadapi segala situasi. Hadapi persoalan itu tanpa takut gagal, karena kegagalan akan membantu Anda mengetahui apa yang salah, dan menemukan yang benar.

Share Button