Surprise, surprise, ternyata makanan pun bisa membuat kecanduan. Jika Anda kerap sadar sedang makan makanan tak sehat meski tahu akibat buruknya bagi tubuh, mungkin makanan tersebut sudah membuat Anda kecanduan. Kecanduan makanan adalah ketagihan dan ketergantungan pada jenis makanan tertentu, yang memengaruhi otak dengan gejala yang serupa dengan kecanduan narkoba dan kecanduan lainnya.

Kecanduan makanan dapat merugikan kesehatan dan mengarah pada penyakit serius di masa datang. Parahnya lagi, kehidupan Anda saat ini bisa kacau karena kepercayaan diri rusak, berat badan naik, dan badan tidak lagi terasa bugar. Tentunya kita harus mencari cara untuk mengatasinya. Kuncinya adalah konsisten menolak “makanan pemicu” candu Anda, dan selalu makan sehat.

Jenis makanan yang biasa menyebabkan candu adalah junk food dan yang mengandung gula. Lama-kelamaan zat pada makanan itu akan “membajak” otak kita. Masalah serius ini perlu segera ditangani. Bagaimana cara mengetahui apakah kita kecanduan makanan?

Beberapa gejala dapat dilihat dari perilaku sehari-hari terhadap suatu makanan tertentu, yaitu:

  • Berulang kali berhasrat ingin makan makanan tertentu meski sudah kekenyangan.
  • Jika akhirnya menyerah dan melahapnya, porsi yang dihabiskan lebih banyak dari yang diniatkan dan Anda kenyang berlebihan.
  • Sering merasa bersalah setelah memakannya, tapi diulang dalam waktu dekat.
  • Pikiran Anda sibuk membuat justifikasi untuk melahapnya.
  • Sudah mencoba untuk berhenti atau mengurangi, tapi lagi-lagi gagal.
  • Anda sering menyembunyikan kebiasaan ini dari orang lain.
  • Merasa tak mampu mengendalikan konsumsi, walaupun tahu makanan tersebut merugikan kesehatan.

Mengalami 4-5 hal di atas menandakan Anda mungkin memiliki masalah serius dengan makanan. Jika mengalami lebih dari 5 hal di atas, maka kemungkinan besar Anda sudah kecanduan makanan.

Kecanduan makanan dapat merugikan kesehatan dan mengarah pada penyakit serius di masa datang seperti obesitas, diabetes, sakit jantung, hingga kanker. Parahnya lagi, kehidupan Anda saat ini bisa kacau karena kepercayaan diri rusak, berat badan naik, dan badan tidak lagi terasa bugar.

Apakah Anda ingin keluar dari candu makanan? Jika ya, maka hal terpenting yang perlu disadari adalah: seseorang menciptakan ketergantungan pada zat candu saat ia mengonsumsi makanan tersebut. Mantan pecandu rokok yang menghisap asap rokok akan rentan ketagihan lagi. Mantan pemabuk yang mencicipi bir akan tergoda untuk minum lagi. Begitulah cara kerja candu. Makanya, kita harus teguh pada niat untuk keluar dari candu makanan.

Tentu Anda tetap perlu makan, tapi hindari gula atau zat/bahan penyebab candu yang biasanya ditemukan dalam junk food. Kuncinya adalah konsisten menolak “makanan pemicu” candu Anda, dan selalu makan sehat. Yakinlah bahwa Anda melakukan hal yang benar dan pengorbanannya sepadan dengan keuntungannya, yaitu menjadi lebih sehat dan bersemangat, berat badan turun, dan hidup lebih panjang.

Beberapa strategi untuk mempersiapkan Anda:

  • Tulis apa saja “makanan pemicu” Anda, agar selalu ingat untuk dihindari.
  • Tulis tempat makan yang menyediakan makanan cepat saji yang sehat. Ini penting agar Anda tidak terjerumus lagi saat lapar datang tapi malas memasak.
  • Pikirkan apa saja makanan substitusi yang sehat dan disukai.
  • Buat daftar pro dan kontra yang bisa disimpan dan dibawa ke mana saja. Terkadang reminder berfungsi sebagai penambah motivasi.
  • Tetapkan waktu untuk memulai. Mulai dari saat itu dan seterusnya, teguhkan diri untuk mengatasi kecanduan makanan.

Baik disadari atau tidak, kecanduan makanan adalah masalah serius yang perlu ditindaklanjuti. Segera beraksi untuk mengatasinya. Mari hidup lebih sehat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.