Moms setuju ‘kan taburan garam mampu melezatkan segala makanan? Bahkan, makanan penutup yang manis pun kadang butuh sedikit garam untuk menyeimbangkan rasanya. Nah, bumbu serbaguna ini kerap dikombinasikan dengan lada. Menaburkan lada setelah garam ke dalam masakan sudah menjadi kebiasaan, bahkan refleks. Namun, apakah harus selalu begitu?

Coba pertimbangkan, apakah menaburkan lada akan membantu menonjolkan rasa masakan atau hanya sekadar refleks dari kebiasaan? Rasa lada yang kuat dan pedas ini mungkin tak cocok untuk dikombinasikan dengan seluruh jenis makanan, bahkan bisa mendominasi rasa makanan yang seharusnya terasa lembut atau tak mencolok.

Garam adalah bumbu serbaguna yang tak hanya penting untuk menggurihkan makanan, tapi juga untuk mendukung fungsi tubuh. Kandungan sodium dibutuhkan tubuh untuk membantu menyeimbangkan cairan dan mengirimkan impuls saraf. Dalam jumlah wajar, garam meningkatkan dan menyeimbangkan cita rasa makanan.

Lada merupakan rempah yang memberikan “tonjokan rasa” pada makanan. Ternyata lada juga mengandung nutrisi yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Lada lebih serbaguna dan cocok untuk berbagai makanan dibanding rempah-rempah lain seperti kayu manis, jintan, atau cengkih. Menaburkan lada pada makanan akan menghasilkan rasa yang kuat. Namun, cita rasa lada bisa menghilang jika dimasak terlalu lama, maka dari itu lada sebaiknya ditaburkan saat makanan sudah mau jadi agar rasanya tetap terjaga.

Garam dan lada sering ditaruh berdampingan di meja dan di buku resep, seakan meyakinkan kita bahwa setiap makanan harus ditambah bumbu dan rempah itu. Tapi, mungkin lada tak perlu dipergunakan sesering garam untuk meningkatkan cita rasa suatu makanan. Lada merupakan rempah yang kuat dengan rasa pedas, cocok untuk makanan seperti caesar salad, steak daging, pasta, hingga kue rempah-rempah. Namun, tak cocok untuk dikombinasikan dengan makanan seharusnya terasa lembut atau tak mencolok.

Jadi, lain kali Anda memasak, coba pertimbangkan apakah menaburkan lada akan membantu menonjolkan rasa masakan atau hanya sekadar refleks dari kebiasaan?

Share Button