Jantung dan otak memiliki hubungan yang kuat dan saling bergantung satu sama lain. Memang, serangan jantung dan stroke bukan topik yang ringan ataupun menyenangkan untuk dibahas, tapi tak ada ruginya mengenali seluk-beluk penyakit fatal tapi umum ini.

Serangan jantung terjadi saat darah berhenti mengalir ke jantung. Stroke terjadi saat aliran darah ke otak terganggu atau terbatas. Kedua penyakit ini sama-sama merupakan ancaman terhadap keselamatan dan membutuhkan perawatan darurat. Namun, masing-masing perawatannya berbeda sehingga penting untuk mengenali apa yang sedang Anda alami.

Serangan Jantung
Serangan jantung terjadi saat bagian dari otot jantung kekurangan oksigen dan glukosa karena sumbatan yang membatasi pasokan darah. Jantung jadi kesulitan untuk melakukan tugasnya dan iramanya terganggu. Tanpa darah yang membawa oksigen, otot-otot jantung bisa mulai mati hanya dalam beberapa saat.

Gejala yang bisa dialami antara lain tekanan atau nyeri di dada atau lengan, kepala terasa pusing atau ringan, napas pendek, keringat dingin, dan mual. Anda bisa mengalami salah satu atau beberapa dari gejala ini, namun bisa juga tidak sama sekali. Simak panduan lebih lanjut tentang serangan jantung dari Heart Attack Guide kami.

Stroke
Stroke terjadi saat bagian dari otak kekurangan oksigen dan glukosa karena persediaan darah terganggu oleh sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Gejalanya antara lain mendadak sakit kepala, kehilangan keseimbangan, kebingungan yang tak dapat dijelaskan, kehilangan kemampuan berbicara, penglihatan yang meremang atau hilang sama sekali, hingga hilang tenaga atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Beberapa atau seluruh gejala ini dapat dialami dengan durasi kurang dari 24 jam. Selalu waspada dengan gejala yang dialami. Jika terasa sakit di dada, kemungkinan besar Anda akan langsung siaga dan meminta bantuan. Tapi jika gejala yang “mampir” adalah gangguan penglihatan, jangan tunggu hingga gejala itu hilang. Menunda bisa berakibat fatal. Stroke “mini” bisa jadi tanda peringatan bahwa stroke yang sebenarnya akan datang. Simak panduan tentang stroke dari Stroke Guide kami.

Penyebab dan Pencegahannya
Serangan jantung maupun stroke dapat disebabkan oleh faktor yang sama, antara lain:
• Tekanan darah tinggi
• Diabetes yang tak dikontrol
• Kolesterol tinggi
• Kelebihan berat badan
• Mengonsumsi alkohol dan merokok
• Kurang olahraga
• Riwayat penyakit yang sama pada keluarga
• Stres yang berlebihan dan berkepanjangan
• Dehidrasi berat atau berkepanjangan

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, langkah untuk mencegah kedua penyakit ini antara lain:
• Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
• Mengurangi konsumsi garam dan lemak
• Minum air yang cukup, membatasi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok
• Olahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan yang sehat
• Minum obat sesuai resep yang dibutuhkan untuk mengendalikan tekanan dan keenceran darah
• Hindari obat sinus atau batuk yang mengandung Pseudoephedrine karena dapat meningkatkan tekanan darah

Waktu adalah kunci keselamatan Anda. Semakin cepat Anda memeriksakannya atau membawa diri ke UGD, semakin besar peluang untuk hasil yang lebih baik. Yuk, selamatkan diri dengan pemeriksaan dan perawatan dini!

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Rezkha Amalia, General Practitioner di Medikaloka Healthcare.
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.