Nyeri di dada sering dirasakan oleh remaja, mungkinkah itu gejala dari masalah jantung? Risiko penyakit jantung pada remaja bukan hal yang bisa disepelekan dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kebiasaan buruk, penyakit keturunan, hingga efek dari penyakit lain. Hal yang bisa dilakukan adalah mengendalikan sebanyak mungkin faktor-faktor penyebabnya sedini mungkin agar penyakit jantung dapat dicegah. Nah, apa sajakah faktor-faktor tersebut?

Ada beberapa faktor yang berperan terhadap kesehatan jantung remaja: tekanan darah dan kolesterol yang tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, dan kelainan pada katup jantung sebelah kiri (Mitral Valve Prolapse).

1. Tekanan darah tinggi
Kondisi ini sering tak disadari oleh remaja karena tak memiliki gejala – mungkin hanya pusing atau sakit kepala. Tekanan darah tinggi pada remaja umumnya akibat kondisi medis, misalnya sakit ginjal atau gangguan sistem saraf. Hal ini juga bisa disebabkan oleh penyakit keturunan, stres, atau gaya hidup yang buruk.

Dalam sebagian besar kasusnya, perbaikan gaya hidup akan membantu mengendalikan tekanan darah. Misalnya dengan mempertahankan berat badan yang seimbang, memperbanyak aktivitas fisik, dan mengurangi konsumsi garam. Jika perbaikan gaya hidup tak banyak berpengaruh, maka anak mungkin akan diberikan resep obat untuk membantu menurunkan tekanan darah.

2. Kolesterol tinggi
Jika kolesterol tinggi disebabkan oleh penyakit keturunan, periksakan bahkan sebelum anak berusia 5 tahun. Namun, sebagian besar koleterol tinggi yang dialami remaja disebabkan oleh kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan merokok.

Untuk mengurangi risiko penimbunan lemak pada arteri, anak perlu berolahraga secara rutin, mengurangi makanan tinggi lemak dan kolesterol, dan mengerti bahaya dan efek rokok. Ada baiknya tingkat kolesterol anak diperiksa sekurang-kurangnya antara usia 9-11 tahun, dan diperiksa kembali antara usia 17-21 tahun. Jika ternyata anak didiagnosis memiliki kolesterol tinggi, anak perlu mengikuti program diet dan olahraga atau disertai dengan resep obat yang membantu menurunkan kolesterol.

3. Merokok
Menurut Texas Heart Institute, sekitar 75% kasus penyakit jantung pada kaum muda disebabkan oleh rokok. Nikotin dan senyawa lain pada rokok mempersempit pembuluh darah dan memengaruhi denyut jantung, membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini dapat mengarah pada penimbunan lemak dan penyumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung.

Mayoritas perokok memulai kebiasaan buruknya saat remaja. Artinya, jika anak bisa bebas rokok hingga melewati masa remaja, kemungkinannya adalah mereka tak akan merokok seumur hidupnya. Coba berikan pendekatan pada anak tentang efek buruk rokok, bahwa rokok bisa membuat gigi tampak kuning, bau mulut, dan napas pendek. Dengan begitu, mereka mengerti bahwa rokok membuat mereka tak menarik dan tak sehat. Anda juga perlu menciptakan lingkungan bebas rokok dalam keluarga. Simak artikel Jangan Biarkan Anak Teracuni Third-Hand Smoke! untuk tahu lebih lanjut tentang efek buruk asap rokok.

4. Obesitas
Obesitas merupakan akar dari berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga penyakit jantung. Penyebabnya bisa sesederhana: terlalu banyak mengasup kalori dan terlalu sedikit bergerak untuk membakarnya. Menurut para peneliti, obesitas pada anak atau remaja lebih berbahaya karena sel lemak pada anak akan tetap dimiliki hingga dewasa. Artinya, mencoba diet saat dewasa hanya akan mengurangi ukuran sel lemak, bukan mengurangi jumlahnya.

Periksakan kadar lemak tubuh anak untuk mengetahui apakah anak masuk dalam kategori obesitas dan apa penyebabnya. Jika bukan karena penyakit atau kondisi tertentu, maka perubahan gaya hidup akan membantu mengatasinya. Misalnya dengan mengendalikan porsi makan, mengawasi apa yang dimakan oleh anak saat di sekolah maupun di rumah, dan mengajak anak untuk lebih aktif berolahraga agar jantung lebih sehat. Ingat juga bahwa mengurangi konsumsi kafein – dalam kopi, soda, cokelat, teh, dan sebagainya – dapat meringankan detak jantung.

5. Mitral Valve Prolapse (MVP)
Jantung memiliki 4 katup yang mengendalikan aliran darah. Mitral valve berada pada bagian kiri jantung yang menerima darah dari paru-paru, lalu memompanya ke peredaran. Namun, salah satu atau kedua katup sebelah kiri ini mungkin mengalami kerusakan tanpa diketahui penyebabnya, dan dapat membuat darah masuk kembali ke bilik jantung.

Gejala MVP antara lain suara jantung yang abnormal, jantung terasa berdebar-debar, napas pendek, dan sakit kepala. Namun, sebagian orang yang mengalami MVP tak memperlihatkan gejala apapun. Oleh karena itu, cek kesehatan perlu dilakukan, antara lain dengan pemeriksaan fisik, melihat riwayat medis, dan ronsen dada. Langkah-langkah selanjutnya dapat dilakukan untuk mencegah adanya infeksi atau komplikasi.

Nah, waspadai faktor-faktor ini ya agar jantung anak tetap sehat hingga beranjak dewasa!

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Rezkha Amalia, General Practitioner di Medikaloka Healthcare.
Share Button