Siapa yang tidak kenal uang? Anak seusia SD pun mengenalnya, terutama bentuk fisiknya. Namun, sebagai orang tua, kita berperan penting dalam menumbuhkan pemahaman bahwa uang melebihi bentuk fisiknya dan bagaimana cara terbaik mengelolanya kepada buah hati kita. Inilah yang terkadang terlupa diajarkan, padahal pemahaman uang yang baik akan mengamankan masa depan anak.

Benjamin Graham, seorang ekonom Amerika dan investor profesional serta penulis buku Intelligent Investor mengatakan penting untuk mengenalkan manajemen uang pada anak berusia 9 tahun ke atas, dan materi pembelajarannya pun harus terus berkembang sesuai usia. Mengajarkan pengaturan uang pada anak akan menjauhkan anak dari budaya konsumtif.

Orang tua berperan penting dalam menumbuhkan pemahaman bahwa uang melebihi bentuk fisiknya dan bagaimana cara terbaik mengelolanya pada buah hatinya.

Usia 9 Tahun atau kurang
Jatahkan uang saku mingguan untuk anak, lalu ajarkan konsep belanja untuk kepentingan pribadi dan menabung. Biarkan mereka memisahkan uang saku ke dalam tiga buah celengan. Celengan pertama untuk dibelanjakan, celengan kedua sebagai simpanan jangka panjang untuk membeli barang yang mahal (membeli gadget, misalnya), dan yang ketiga diperuntukkan amal. Jelaskan pada anak mengenai tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang.

Usia 13 Tahun
Inilah masa-masa pra-remaja dimana beragam pengeluaran konsumtif seperti nonton bioskop, beli CD lagu dan lainnya bisa datang tak terduga. Selain merubah bentuk tabungan celengan menjadi rekening bank, kartu ATM dan deposito, perkenalkan juga jenis investasi seperti reksa dana, saham, ataupun obligasi. Ajak anak membuat anggaran belanja yang mempertimbangkan kebutuhan (need) dan keinginan (want).

Usia 18 tahun
Buah hati sudah menginjak umur dewasa sehingga pengelolaan keuangan berorientasi pada masa depan, misalnya rencana masuk perguruan tinggi. Mantapkan kembali konsep prioritas untuk kebutuhan dan keinginan. Selain itu, kenalkan juga istilah keuangan yang lebih rumit seperti denda keterlambatan, atau tunggakan pinjaman.

Sadari sejak dini, kebiasaan anak dalam melakukan perencanaan keuangan sejak awal akan menjadi modalnya dalam mengelola keuangannya dengan baik, sehingga masalah seperti terlilit hutang dapat dihindari. Tak ada orang tua yang ingin melihat anaknya terjatuh dalam hutang, kan?

Share Button