Mulai dari produk yang Anda gunakan hingga apa yang Anda makan mungkin mengandung zat pemicu kanker. Apa sajakah?

Zat aditif seperti sodium nitrite dan sodium nitrate dapat meningkatkan risiko kanker usus. Pengawet ini sering ditemukan pada makanan dalam kemasan supaya lebih tahan lama, juga pada daging prosesan supaya terlihat lebih segar dan menarik.

1. Pewangi ruangan
Hmm.. Berkat pewangi, ruangan jadi lebih harum. Tapi, tahukah Anda dari mana asal aroma harum pewangi ruangan itu? Perhatikan jika produk pewangi yang Anda gunakan mengandung formaldehyde atau napthelene. Keduanya merupakan karsinogen yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.

2. Lilin Beraroma
Lilin beraroma biasanya mengandung timah pada sumbunya yang membuat nyala api lebih stabil. Namun, kandungan timah ini dapat menimbulkan masalah kesehatan. Sebagian besar lilin juga mengandung paraffin wax yang melepaskan benzene dan toluene. Racun-racun ini menyebar melalui udara saat lilin dibakar dan bisa masuk ke paru-paru saat dihirup.

3. Pengawet makanan
Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), zat aditif seperti sodium nitrite dan sodium nitrate dapat meningkatkan risiko kanker usus. Pengawet ini sering ditemukan pada makanan dalam kemasan supaya lebih tahan lama, juga pada daging prosesan supaya terlihat lebih segar dan menarik.

4. Karbohidrat olahan
Makanan dengan karbohidrat yang sudah diolah seperti nasi putih, roti putih, kue, biskuit, dan permen mengandung glukosa tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Menurut penelitian, kandungan gula yang tinggi ini dapat membantu memberi makan sel-sel kanker dan mendukung pertumbuhan tumor.

5. Popcorn dalam kemasan
Sekantung popcorn yang Anda masukkan ke dalam microwave mungkin mengandung perfluorooctanoic acid (PFOA) dari kantungnya dan diacetyl – dan zat aditif lainnya – dari biji popcorn yang merupakan zat-zat pemicu kanker.

6. Keripik kentang
Sekantung keripik kentang atau potato chips yang kerap menjadi camilan favorit tidak hanya mengandung kalori dan lemak yang tinggi, tapi juga pengawet, perasa, dan pewarna buatan. Selain itu, proses memasak kentang dalam suhu yang sangat tinggi supaya renyah menghasilkan acrylamide, zat karsinogen yang juga bisa ditemukan dalam rokok.

7. Pemanis buatan
Menggantikan gula dengan pemanis buatan mungkin bukan pilihan yang tepat jika produk ini mengandung zat-zat karsinogen. Produk pemanis buatan biasanya mengandung aspartame, zat yang dapat berubah menjadi racun bernama DKP dan dikaitkan dengan tumor otak.

8. Soda
Minuman bersoda yang kerap Anda minum mengandung pewarna dengan kadar yang cenderung tak aman. Zat pewarna ini bernama 4-methylimidazol dan kadarnya empat kali lebih banyak dari yang direkomendasikan untuk keamanan kesehatan.

9. Alkohol
Tahukah Anda bahwa alkohol merupakan salah satu penyebab utama kanker setelah rokok? Mungkin meminum anggur merah dalam jumlah yang wajar dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, tapi jika konsumsinya berlebihan bisa menimbulkan risiko yang lebih berbahaya.

10. Kopi
Hal ini bisa menjadi perdebatan karena: kopi dapat membantu mencegah risiko kanker, namun bisa juga meningkatkan pertumbuhan sel kanker. Efeknya bergantung pada kadarnya, jenis sel yang terpengaruh, dan apakah dikombinasikan dengan zat karsinogenik lainnya seperti rokok dan alkohol.

11. Sampo dan kondisioner
Zat-zat beracun pada produk rambut dan kosmetik merupakan permasalahan serius yang perlu diperhatikan lho. Polyethylene glycol (PEG) dan cocamide DEA adalah zat-zat berbahaya yang kerap ditemukan dalam sampo dan kondisioner.

12. Deodoran antikeringat
Deodoran digunakan untuk menghilangkan bau badan dan mengurangi keringat di ketiak. Namun, produk deodoran perlu dihindari jika mengandung aluminum chlorohydrate yang bisa diserap kulit dan menyebabkan kanker payudara.

Nah, setelah mengetahui hal ini, Anda perlu lebih mewaspadai kandungan yang terdapat dalam produk yang Anda gunakan. Jika mengandung zat karsinogenik, lebih baik dihindari ya!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.