Butiran tablet dan kapsul dalam kemasan yang praktis dikonsumsi setiap hari untuk meningkatkan kesehatan merupakan ide yang cemerlang. Namun, tanpa informasi yang memadai, hal ini bisa membuat kita memercayakan kesehatan kita sepenuhnya pada suplemen. Mungkinkah kita mengonsumsi suplemen berdasarkan apa yang kita lihat atau dengar dari pihak lain, dan bukan berdasarkan kebutuhan kita sebenarnya? Nah, simak di sini mitos dan faktanya.

Setiap vitamin dan mineral memiliki batas anjurannya per hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bahwa kandungan masing-masing vitamin dan mineral dalam suplemen tidak melebihi 100% dari Daily Value (DV) atau rekomendasi batas amannya.

1. MITOS: Lebih baik memilih suplemen yang memiliki label “alami” atau mengandung nutrisi tambahan tertentu.

Hal yang menarik perhatian konsumen untuk membeli suatu suplemen antara lain adalah: terbuat dari bahan alami karena dianggap lebih sehat, atau mengandung bahan yang diklaim memiliki banyak manfaat. Padahal jika kita simak lebih lanjut, ternyata ada zat alami pada suplemen yang bisa menimbulkan efek samping hingga risiko keracunan hati, dan ternyata ginko biloba tak memiliki khasiat apa-apa terhadap otak. Ahli gizi Elizabeth Somer menyatakan, kebanyakan produsen suplemen menambahkan bahan dengan kadar yang sangat kecil dan tak memberikan manfaat apa-apa dengan harga yang lebih tinggi.

FAKTA: Label yang perlu Anda pedulikan adalah informasi kandungan gizinya.

Jangan terkecoh dengan label “alami”, nutrisi tambahan tertentu, atau dosis lebih besar yang tak dibutuhkan tubuh. Setiap vitamin dan mineral memiliki batas anjurannya per hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bahwa kandungan masing-masing vitamin dan mineral dalam suplemen tidak melebihi 100% dari Daily Value (DV) atau rekomendasi batas amannya.

2. MITOS: Suplemen dapat menggantikan pola makan sehat Anda.

Saat Anda bergantung pada suplemen, Anda kehilangan banyak manfaat yang hanya bisa didapat dari makanan. Jika tak berhati-hati, Anda juga berisiko mengonsumsi nutrisi melebihi dosisnya – yang malah berbahaya untuk kesehatan. Misalnya, terlalu banyak vitamin A dapat meningkatkan risiko osteoporosis, terlalu banyak vitamin E dapat meningkatkan risiko stroke, dan terlalu banyak zat besi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

FAKTA: Anda membutuhkan pola makan yang utuh.

Saat Anda memperoleh nutrisi dari makanan, Anda dapat memercayakan tubuh untuk menyerap apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu, suplemen perlu dipandang sebagai pelengkap pola makan yang benar. Bahkan, jika Anda sudah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, juga makanan lain yang diperkaya nutrisi seperti susu, yogurt, atau sereal yang telah memenuhi 100% Daily Value, maka Anda mungkin tidak membutuhkan suplemen.

3. MITOS: Selain multivitamin, kita juga membutuhkan berbagai suplemen tambahan.

Multivitamin adalah suplemen yang mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral, kadang juga dengan tambahan bahan tertentu. Umumnya, kebutuhan vitamin dan mineral orang dewasa sehat dapat dibantu dengan multivitamin saja. Sedangkan, orang yang berusia lebih dari 50 tahun dapat dibantu dengan multivitamin yang mengandung B12 – vitamin yang semakin tua cenderung semakin sedikit diserap tubuh.

FAKTA: Bagi orang dewasa sehat, multivitamin saja sudah cukup (dengan beberapa pengecualian).

Pengecualiannya adalah kalsium, magnesium, vitamin D, dan omega-3. Ahli gizi Elizabeth Somer menyatakan bahwa kebanyakan multivitamin maupun makanan sehari-hari kita tak memiliki jumlah kalsium, magnesium, vitamin D, dan omega-3 yang memadai. Dalam hal ini, ahli gizi dapat membantu Anda memilih makanan maupun suplemen yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi Anda.

4. MITOS: Penelitian membuktikan segalanya.

Penelitian dapat dilakukan dengan berbagai metode. Nah, penelitian terhadap suplemen umumnya merupakan hasil observasi dari kombinasi kebiasaan, misalnya penggunaan suplemen, pola makan, dan keaktifan berolahraga. Artinya, kita tak dapat mengasumsikan bahwa hanya suplemen (bukan kombinasi faktor-faktor lainnya) yang sepenuhnya berperan dalam memberikan suatu manfaat kesehatan.

FAKTA: Produsen suplemen tak harus menyatakan metode apa yang mereka gunakan dan seberapa akurat penelitian mereka.

Beberapa penelitian terhadap suplemen memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memberikan informasi yang memadai pada penggunanya agar tak salah paham. Jika ada produsen suplemen yang mengklaim produknya memiliki suatu manfaat kesehatan, maka klaim tersebut perlu dianalisis dan dibuktikan secara akurat oleh pihak yang terpercaya.

Ingin tahu panduan lebih lanjut tentang vitamin dan mineral? Yuk, simak Essential Vitamins Guide dan Essential Minerals Guide kami!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.