Coba lihat menu restoran cepat saji, penuh dengan makanan yang tinggi kalori dan lemak tak sehat kan? Tapi, mengikuti perkembangan zaman untuk memperbaiki gaya hidup, sekarang restoran-restoran ini menawarkan alternatif menu yang lebih sehat dari menu junk food andalan mereka. Hmm.. sehatkah “menu sehat” ini?

Kita bisa lihat contoh “menu sehat” yang mulai bermunculan di restoran cepat saji, seperti smoothie buah-buahan dan sayuran, yogurt, salad, hingga burger khusus vegetarian yang menggunakan sayuran dan kacang-kacangan sebagai pengganti daging. Nah, apakah makanan-makanan ini lebih bernutrisi? Mungkin saja. Tapi, apakah makanan-makanan ini memiliki kalori yang lebih sedikit? Belum tentu.

Salad – yang kesannya sehat – bisa juga jadi tinggi kalori. Malah, salad dengan saus dan topping potongan ayam goreng misalnya, bisa memiliki kalori yang lebih banyak dibanding burger. Bahayanya, asumsi bahwa kita sudah makan salad yang sehat membuat kita tergoda untuk “menghadiahi” diri dengan makanan lain yang ujung-ujungnya malah bikin kita makan lebih banyak. Para peneliti dan ahli menyatakan, lebih baik menghindari junk food secara keseluruhan dan makan yang sehat di rumah, karena “menu sehat” yang ada di restoran cepat saji cenderung masih mengandung lemak trans, zat-zat aditif, dan garam atau gula yang tinggi.

Susah menghindari junk food secara langsung dan sepenuhnya karena sudah terbiasa mengonsumsinya sehari-hari? Berikut ini strategi yang bisa Anda lakukan saat memesan makanan di restoran cepat saji:

Lebih teliti memilih makanan. “Menu sehat” tertentu bisa mengandung 1000 kalori, sedangkan sebuah burger bisa cuma mengandung 250 kalori. Cari tahu informasi kandungan gizinya sebelum Anda memesan.

Manfaatkan teknologi. Sekarang sudah banyak aplikasi dan website tentang makanan yang bisa diakses dengan mudah di handphone. Aplikasi dan website ini biasanya menyediakan informasi kandungan gizi dan kalori dari berbagai jenis makanan. Nah, manfaatkan informasi ini untuk membantu Anda memilih makanan.

Cek menu secara keseluruhan. Mungkin menu andalan restoran cepat saji yang sedang Anda datangi adalah burger, atau ayam goreng. Tapi coba lihat lebih seksama, apakah restoran tersebut menyediakan menu untuk anak dengan porsi yang lebih kecil atau menu sarapan yang mengandung lebih banyak nutrisi dari telur dan sayuran? Mungkin itu bisa jadi alternatif yang lebih baik.

Hindari saus yang tinggi kalori. Satu sachet saus tomat mungkin cuma mengandung 10 kalori, tapi tahukah Anda saus barbeque mengandung sekitar 50 kalori? Oleh karena itu, kurangi saus yang mengandung banyak kalori seperti mayones dan thousand island.

Nah, supaya hidup lebih sehat, kita harus mengurangi junk food. Tapi kalau memang ingin makan junk food, pastikan tak berlebihan dan tahu kandungan gizinya ya!

Artikel ini telah diverifikasi oleh dr. Rezkha Amalia, General Practitioner di Medikaloka Healthcare.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.