Masih ada asumsi bahwa: untuk menghindari penumpukan lemak dalam tubuh, kita harus mengurangi makanan berlemak – tanpa terlalu menghiraukan porsi karbohidrat yang kita makan. Tapi, untuk menurunkan berat badan dengan lebih efektif, asupan yang perlu kita kurangi justru karbohidrat. Nah, berapa banyak karbohidrat yang biasa Anda konsumsi dalam sehari?

Dengan membatasi makanan yang mengandung karbohidrat seperti gula dan tepung (nasi, roti, pasta), dan menggantinya dengan protein dan lemak, berat badan bisa turun tanpa perlu terlalu mengkhawatirkan soal porsi makan ataupun kalori. Artinya, Anda bisa makan sampai kenyang, dan berat badan tetap turun.

Apa sih kelebihan dari diet rendah karbohidrat? Para peneliti membandingkan diet rendah lemak dengan diet rendah karbohidrat, dan hasilnya sering lebih baik yang rendah karbohidrat. Tak hanya membantu mengurangi berat badan, diet rendah karbohidrat juga bisa membantu menstabilkan kadar gula darah, tekanan darah, dan trigliserida tubuh. Diet ini juga lebih efektif dalam mengurangi lemak di perut – yang merupakan lemak paling berbahaya (Baca selengkapnya di Tubuh Langsing, Perut Kok Buncit? Ayo Jangan Abaikan!).

Nah, untuk memulai diet rendah karbohidrat, Anda perlu tahu seberapa “rendah” asupan karbohidrat yang cocok untuk tubuh dan target Anda. Kebutuhan asupan karbohidrat seseorang bergantung pada berbagai faktor, antara lain umur, jenis kelamin, komposisi tubuh, tingkat aktivitas, hingga kesehatan metabolisme. Misalnya, orang yang aktif pasti bisa mengonsumsi karbohidrat lebih banyak dibanding orang yang kurang gerak.

Lalu, bagaimana cara menjalankan diet rendah karbohidrat Anda? Langkah paling sederhana adalah membuang karbohidrat tak sehat, pemanis tambahan, dan tepung-tepungan dari pola makan sehari-hari. Untuk langkah selanjutnya, Anda bisa mengikuti panduan ini:

100-150 gram
Mengonsumsi 100-150 gram karbohidrat setiap hari merupakan asupan yang cukup. Kadar ini cocok untuk orang yang langsing, aktif, dan mau menjaga kesehatan dan berat badannya.

Anda bisa mengonsumsi karbohidrat seperti:
• Semua jenis sayuran.
• Beberapa potong buah.
• Makanan seperti kentang, ubi, nasi, dan oat dalam jumlah sedang.

50-100 gram
Mengonsumsi 50-100 gram karbohidrat setiap hari bisa membantu Anda menurunkan berat badan, apalagi kalau sumber karbohidrat yang Anda pilih mengandung banyak serat.

Anda bisa mengonsumsi karbohidrat seperti:
• Banyak sayuran.
• 2-3 potong buah.
• Makanan seperti kentang, ubi, nasi, dan oat dalam jumlah sedikit.

20-50 gram
Kadar ini cocok untuk Anda yang mau menurunkan berat badan dengan cepat, atau untuk orang yang memiliki masalah metabolisme, menderita obesitas, atau diabetes. Mengonsumsi karbohidrat kurang dari 50 gram sehari bisa membantu mengurangi napsu makan dan lebih mudah mengendalikan diri.

Hal yang perlu diperhatikan adalah: diet rendah karbohidrat bukan berarti diet tanpa karbohidrat. Anda bisa lho mengasup karbohidrat yang sehat dan kaya serat dari berbagai jenis makanan, terutama sayuran. Sehingga, Anda melakukan diet ini tidak hanya demi menurunkan berat badan, tapi juga untuk meningkatkan kesehatan.

Anda bisa mengonsumsi karbohidrat seperti:
• Berbagai sayuran rendah karbohidrat (bayam, selada, seledri, dll.)
• Buah-buahan, seperti buah beri atau alpukat.
• Kacang-kacangan dan biji-bijian.

“Tapi… saya tak terbiasa mengonsumsi sedikit karbohidrat, terutama nasi!”
Ya, kita pasti membutuhkan fase adaptasi. Tapi, hal ini biasanya berhasil dilewati dalam waktu beberapa hari. Setelah fase ini berakhir, Anda bisa memiliki lebih banyak energi, dan tak mudah lemas saat tengah hari yang umum terjadi pada orang dengan pola makan tinggi karbohidrat.

Dalam diet rendah karbohidrat, Anda perlu mengonsumsi protein, lemak sehat, dan sayuran; tambahkan juga kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan berbasis susu untuk menambah nutrisi; dan, selalu pilih makanan yang bukan prosesan. Mudah, kan?

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.