“Menjaga kesehatan” sering dikaitkan dengan pola makan dan olahraga. Tapi, pernah terpikirkah oleh Anda bahwa memonitor kesehatan punya peran yang tak kalah penting?

Suatu penyakit atau kondisi, terlebih yang berbahaya dan tak terlihat gejalanya, bisa dibantu dideteksi dengan pemeriksaan rutin. Ini adalah langkah preventif dalam menghadapi ancaman berbagai penyakit.

Meski Anda merasa sangat sehat, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin. Kenapa? Kondisi kesehatan kita cenderung senantiasa berubah dan penyakit tertentu bisa tiba-tiba muncul dalam waktu singkat. Pemeriksaan kesehatan di satu waktu cuma memperlihatkan kondisi kesehatan Anda pada saat itu – yang mungkin membaik atau memburuk setelahnya. Makanya, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan sesuai frekuensi yang direkomendasikan.

Apa saja yang dilakukan saat pemeriksaan kesehatan?
Biasanya, pemeriksaan kesehatan terdiri dari pengukuran berat dan tinggi badan, cek tekanan darah dan denyut nadi, ada juga tes darah yang bisa membantu mendeteksi diabetes, kolesterol, tiroid, dan lain-lain. Di sini, Anda juga bisa berkonsultasi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang masalah kesehatan.

Nah, selain yang umum, apa saja sih jenis pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan untuk usia Anda? Simak berikut ini.

Usia 18 tahun ke atas
• Pendeteksian obesitas dengan mengukur Body Mass Index (BMI) dan lingkar pinggang, atau Body Composition Analysis (BCA), setahun sekali.
• Pendeteksian hipertensi dengan mengukur tekanan darah, dua tahun sekali atau sesuai rekomendasi dokter.

Usia 25-69 (wanita yang sudah menikah)
• Pendeteksian kanker serviks dengan melakukan pap smear, minimum tiga tahun sekali.

Usia 30 tahun ke atas
•Pemeriksaan hematologi lengkap, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, pemeriksaan urin lengkap, dan feses lengkap.
• Pendeteksian diabetes dan kolesterol tinggi dengan mengukur kadar glukosa darah dan lemak, dua atau tiga tahun sekali atau sesuai rekomendasi dokter.
• Pendeteksian radang paru-paru dengan melakukan rontgen dada, setahun sekali.
• Pendeteksian kelainan jantung dengan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), setahun sekali.

Usia 40 tahun ke atas
• Pendeteksian osteoporosis dengan melakukan tes kepadatan tulang (Bone Densitometri), setahun sekali.
• Pendeteksian kelainan jantung dengan pemeriksaan treadmill, setahun sekali.
• Pendeteksian dini kanker payudara dengan melakukan USG breast atau mammogram, dua tahun sekali.
• USG abdomen

Usia 50 tahun ke atas
• Pendeteksian kanker usus besar dengan melakukan faecal immunochemical test setahun sekali, atau colonoscopy sepuluh tahun sekali.
• Tumor Marker misalnya pemeriksaan kadar CEA dan AFP, dan khusus untuk pria ada pula PSA screening untuk deteksi dini kanker prostat.

Memonitor kondisi tubuh akan membantu Anda menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Lebih lagi, makin awal dokter bisa mendeteksi dan merawat kondisi Anda dan keluarga, makin mudah langkah perawatan dan pengendalian kondisi tersebut sehingga tak terjadi komplikasi yang serius. Yuk, sedia payung sebelum hujan dengan pemeriksaan kesehatan tahunan!

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Rezkha Amalia, General Practitioner di Medikaloka Healthcare.
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.