Siapa yang ga tahu kalau kebiasaan merokok berbahaya… tapi fatalnya penyakit akibat rokok sudah mulai dibalap oleh saingan kuat yang sering diremehkan: OBESITAS! Masa hidup penderita obesitas ekstrim bisa terpotong hingga 13.7 tahun dibanding mereka yang berberat badan sehat. Lebih parahkah efeknya dari rokok?

Faktanya adalah, sekitar 2.1 miliar orang di dunia menderita obesitas atau kelebihan berat badan. Tapi, hanya sedikit yang sadar bahwa obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit berbahaya seperti serangan jantung, kanker, dan diabetes.

Umumnya, kelebihan berat badan bisa dihitung dengan BMI Anda. Normalnya, BMI ada di kisaran 18.5-24.9. (Tapi biarpun BMI Anda normal, jangan kecolongan dengan obesitas sentral alias kelebihan lemak di perut. Cek dengan Body Composition Analysis (BCA)).

Jurnal PLOS Medicine menyebutkan, mereka yang ber-BMI 50-54.9 rata-rata mendapat “diskon umur” 9.8 tahun, sementara yang ber-BMI 55-59.9 kehilangan 13.7 tahun dari hidupnya. Bandingkan dengan perokok ber-BMI normal yang umurnya “hanya diskon” sekitar 8.9 tahun. Yang terparah tentunya overweight smoker karena mereka ditimpakan “double discount”.

Dari jurnal ini, bisa disimpulkan bahwa risiko kematian dini akan meningkat seiring dengan meningkatnya BMI. Sedihnya, sekitar 2.1 miliar (hampir sepertiga!) penduduk dunia ini sudah termasuk overweight dan obese, membuat obesitas terus berkembang menjadi salah satu masalah kesehatan global.

Yakin masih mau cuek? Hidup Anda lho taruhannya.

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Rezkha Amalia, General Practitioner di Medikaloka Healthcare.
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.