Psstt.. Anda tahu red velvet? Kue dengan rasa ini cukup nge-hits di berbagai restoran dan toko kue. Tapi, terbuat dari apa sih kue red velvet ini? Sama halnya dengan makanan lain yang biasa Anda makan, benarkah Anda tahu kandungannya?

1. Red Velvet
Red velvet cake atau kue yang berciri khas warna merah tua dengan frosting krim keju merupakan sajian yang cukup populer. Tapi, tak banyak yang tahu kalau kue red velvet umumnya hanyalah kue cokelat yang diberi pewarna makanan – bukan kue yang punya rasa khusus. Resep red velvet kebanyakan mengandung sekitar 1-2 sendok makan bubuk kakao dan satu sendok teh ekstrak vanilla, meski ada juga yang mencoba menambah rasa dan warna alami kue dengan buah bit.

Kesimpulannya, kue red velvet bisa dinikmati sesekali, namun pertimbangkan tingginya kandungan gula dan pewarna makanan pada kue yang berpotensi memberi efek buruk pada kesehatan.

2. Wasabi
Kalau sering makan sushi, Anda pasti tak asing lagi dengan wasabi. Menaruh sedikit wasabi di sushi bisa menambah sensasi rasa pedas yang menyengat. Terbuat dari apakah wasabi? Menurut tradisi, wasabi adalah tumbuhan Jepang yang diparut saat masih segar. Rasa pedas dari wasabi bakal hilang dalam hitungan menit setelah disajikan dan harganya bisa mencapai 1 juta rupiah per 500 gram! Lalu, samakah wasabi tradisional ini dengan yang biasa disajikan di restoran sushi? Kemungkinan besarnya, wasabi yang disediakan gratis tersebut adalah kombinasi saus mustard, lobak pedas, dan pewarna makanan. Meski sama-sama pedas, wasabi asli lebih nyaman di lidah karena tidak terlalu terasa panas dan pahit.

Kesimpulannya, Anda mungkin tak terlalu dirugikan oleh wasabi “palsu” ini karena lobak pedas mengandung senyawa antibakteri, sama seperti wasabi asli. Kalau pun wasabi yang “palsu” mengandung perasa atau pewarna buatan, efeknya mungkin tak seberapa karena umumnya hanya dikonsumsi dalam jumlah yang sangat kecil.

3. Daging kepiting
Lagi-lagi tentang sushi, potongan daging kepiting yang ada di sushi pada umumnya hanyalah daging imitasi. Daging kepiting prosesan ini terbuat dari surimi – adonan ikan berdaging putih yang dihaluskan – yang dicampur dengan tepung, putih telur, juga perasa dan pewarna yang menyerupai kepiting.

Kesimpulannya, daging kepiting imitasi ini adalah daging prosesan yang sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Coba alternatif menu sushi salmon atau tuna misalnya, dan pastikan daging tersebut benar-benar apa yang Anda harapkan.

4. Cokelat putih
Pernah bertanya-tanya, kenapa cokelat putih jauh lebih manis dari cokelat biasa? Seperti yang pernah kami bahas di artikel Lima Makanan Pemanas Ranjang Anda, cokelat hitam lebih sehat karena kaya akan antioksidan dari biji kakao yang rasanya agak pahit, sedangkan cokelat putih cuma mengambil mentega atau lemak dari biji kakao yang kemudian dicampur dengan susu dan gula.

Kesimpulannya, cokelat putih cenderung mengandung gula yang tinggi. Amannya, pilih cokelat hitam saja yuk!

5. Popcorn butter
Suka me-request siraman butter di popcorn Anda sebelum menonton di bioskop? Psstt.. itu bukan butter yang biasa Anda pakai untuk memasak lho! Kenyataannya adalah, popcorn butter ini biasanya mengandung lemak trans yang tinggi, perasa, pewarna, dan pengawet. Makin banyak butter yang disiramkan ke popcorn Anda, kolesterol “jahat” dalam tubuh Anda pun terancam makin tinggi.

Kesimpulannya, lebih baik membawa kudapan sehat sendiri atau nikmati rasa asli popcorn tanpa harus menambah popcorn butter yang tak jelas keamanannya untuk kesehatan Anda.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.