Tak disangka-sangka, ternyata rasa lapar bisa memengaruhi perilaku kita – bahkan sampai ke hal yang tak ada hubungannya dengan makanan. Kok bisa?

Rasa lapar kelihatannya sederhana. Saat kita lapar, kita makan, dan tak lama kemudian kita kenyang. Namun, pengaruh rasa lapar bisa sampai ke hal-hal yang tak ada hubungannya dengan makanan, salah satunya adalah hasrat belanja.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, rasa lapar tak cuma membuat kita jadi rakus makan, tapi juga bisa membuat kita lebih rakus terhadap hal lain. Penelitian ini dilakukan pada 63 mahasiswa yang tak diberi makan selama empat jam. Lalu, setengah dari relawan itu diperbolehkan makan kue sebanyak yang mereka mau.

Semua relawan – baik yang sudah makan kue dan yang masih kelaparan – diperlihatkan penjepit kertas (binder clip), ditanya seberapa besar rasa suka mereka terhadap penjepit kertas tersebut, dan diperbolehkan untuk membawa pulang sebanyak-banyaknya yang mereka butuhkan. Hasilnya? Walaupun para relawan yang diberi kue dan yang tak diberi kue menyukai penjepit kertas tersebut dengan kadar yang sama, para relawan yang kelaparan membawa pulang 70% lebih banyak!

Penelitian selanjutnya dilakukan pada 81 pembelanja yang keluar dari department store. Peneliti mencatat kapan dan apa yang terakhir dimakan oleh para pembelanja itu, lalu memeriksa bon belanja mereka. Hasilnya? Orang-orang yang lebih lapar menghabiskan uang 60% lebih banyak! Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa: keinginan untuk membeli sesuatu untuk dimakan bisa berubah menjadi keinginan untuk membeli apa pun.

Jadi, sebelum mengisi kantong belanja, lebih baik isi perut terlebih dahulu ya!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.