Saat berolahraga, coba deh lihat orang-orang di sekeliling Anda yang juga sedang berolahraga. Ada yang berkeringat terlalu sedikit sampai keringatnya tak terlihat, ada yang berkeringat sewajarnya, ada juga yang basah kuyup seperti baru tercebur di kolam. Apa yang membedakan jumlah keringat yang keluar? Bisakah kita mengendalikannya?

Kita berkeringat karena tubuh sedang mendinginkan diri demi mempertahankan temperatur tubuh yang ideal. Seberapa banyak kita berkeringat bisa dipengaruhi oleh jenis kelamin, jumlah kelenjar keringat yang kita miliki, seberapa panas suhu di tempat kita berada, seberapa tinggi intensitas olahraga kita, hingga seberapa cemas perasaan kita.

Psstt.. wanita punya lebih banyak kelenjar keringat lho, tapi pria punya kelenjar keringat yang lebih aktif. Jumlah kelenjar keringat yang aktif dan banyaknya keringat yang dikeluarkan oleh tiap-tiap kelenjar juga berpengaruh. Makanya pria cenderung berkeringat lebih banyak, karena meski jumlah kelenjar keringat yang aktif mungkin sama, keringat yang dihasilkan oleh tiap-tiap kelenjar pada wanita lebih sedikit.

Pernah menyadari perbedaan jumlah keringat orang bugar dan orang yang lebih jarang bergerak? Orang bugar lebih efisien berkeringat saat olahraga dengan mengeluarkan keringat lebih awal saat temperatur tubuh masih cukup rendah, sedangkan temperatur tubuh orang yang jarang bergerak bisa naik lebih cepat, membuat mereka berkeringat lebih banyak. Sama halnya dengan orang berberat badan ideal dan orang berberat badan berlebih. Orang yang kelebihan berat badan bisa mengucurkan lebih banyak keringat karena lemak bertindak sebagai insulator yang meningkatkan temperatur inti tubuh.

Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, bisakah kita mengendalikan jumlah keringat yang keluar? Faktor tertentu seperti pemilihan jenis baju tentu berpengaruh, juga faktor-faktor lain seperti kafein dalam kopi, efek alkohol, dan nikotin dalam rokok. Memilih baju yang nyaman dan mengurangi konsumsi kopi, alkohol, dan rokok bisa membantu mengurangi jumlah keringat yang keluar.

Tapi, kalau Anda sudah melakukan hal-hal tersebut tapi masih juga sering “banjir” keringat, mungkin saja Anda mengalami kondisi yang disebut hyperhidrosis. Ayo cek, apakah telapak tangan, kaki, punggung, hingga wajah Anda sering berkeringat meski suhu dingin atau tak banyak bergerak? Kalau iya, coba konsultasikan dengan dokter untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasinya.

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Rezkha Amalia, General Practitioner di Medikaloka Healthcare.
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.