Sudah tahu kondisi tekanan darah Anda saat ini? Hati-hati, tekanan darah tinggi yang tak terkendali bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius, mulai dari serangan jantung hingga stroke. Apa sebenarnya tekanan darah itu? Mengapa bisa menjadi tinggi? Simak faktanya berikut ini.

Orang yang menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) sering dikarakteristikkan dengan sikap tegang, gelisah, atau hiperaktif. Namun, hipertensi tak ada hubungannya dengan ciri-ciri kepribadian. Bahkan, Anda bisa memiliki hipertensi selama bertahun-tahun tanpa merasakan gejala apa pun.

Meski Anda mungkin tak merasakan gejala apa pun, tekanan darah tinggi bisa merusak jantung, otak, mata, dan ginjal secara permanen.

Ada dua jenis tekanan darah tinggi, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer biasanya terjadi pada orang dewasa, tak diketahui penyebab jelasnya dan cenderung berkembang bertahap selama bertahun-tahun. Hipertensi sekunder biasanya merupakan hasil dari kondisi lain, misalnya masalah ginjal atau cacat pada pembuluh darah.

Tekanan darah diukur dari jumlah darah yang dipompa jantung dan daya tahan arteri terhadap aliran darah. Makin banyak darah yang dipompa dan makin sempit arteri, makin tinggi tekanan darah Anda. Saat jantung berdetak, ada dua tekanan yang diukur. Pertama, tekanan darah yang dipompa keluar dari jantung ke sirkulasi yang dinamakan sistolik. Kedua, tekanan saat jantung beristirahat – darah mengisi jantung – yang dinamakan diastolik. Tekanan darah bisa dibilang normal jika angka sistolik dan diastolik berada di bawah 120/80 mm Hg. Namun, beberapa dokter merekomendasi 115/75 mm Hg sebagai acuan yang lebih baik.

Apa pengaruhnya pada tubuh jika tekanan darah tinggi?
Pembuluh darah yang sehat terbuat dari otot dan jaringan semifleksibel yang elastis dan bisa meregang saat darah mengalir melaluinya. Makin kuat pompaan darah, pembuluh darah makin meregang agar darah bisa tetap mengalir dengan lancar. Namun, kalau tekanan ini terus berlebihan, jaringan yang ada pada arteri bisa meregang melebihi batas wajarnya dan rusak. Akibatnya antara lain adalah:

1. Kelemahan pembuluh darah
Peregangan berlebihan menciptakan titik-titik lemah pada pembuluh darah yang rentan pecah. Hal ini bisa menyebabkan stroke dan aneurisma.

2. Robekan pada pembuluh darah
Peregangan berlebihan juga bisa menyebabkan robekan kecil pada pembuluh darah. Robekan ini bisa bertindak seperti jaring dan memerangkap puing-puing seperti kolesterol atau sel darah dalam aliran darah.

3. Penggumpalan darah atau plak
Darah maupun plak yang terperangkap bisa membentuk gumpalan yang mempersempit bahkan menutup arteri. Hal ini bisa membuat kerja jantung lebih berat, hingga menyebabkan serangan jantung atau stroke.

4. Kerusakan jaringan
Kalau arteri menyempit atau tersumbat, jaringan atau organ yang seharusnya menerima oksigen dari darah bisa mengalami kerusakan karena kurang oksigen.

5. Peningkatan beban kerja sistem peredaran darah
Darah yang tersumbat dan tekanan yang besar membuat jantung jadi bekerja lebih keras. Lama-kelamaan jantung kita bisa mengalami kerusakan dan memengaruhi organ-organ lain dalam tubuh.

Ingat meski Anda mungkin tak merasakan gejala apa pun, tekanan darah tinggi bisa merusak jantung, otak, mata, dan ginjal secara permanen. Kabar baiknya adalah hipertensi bisa dideteksi dengan mudah. Yuk, segera deteksi dan kendalikan hipertensi agar tak terjadi kerusakan lebih lanjut pada pembuluh darah dan jantung Anda. Silahkan unduh Hypertension Guide kami sebagai panduan lebih lanjut.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.