Menurut Vascular Disease Foundation, 1 orang meninggal setiap 5 menit akibat komplikasi penggumpalan darah di Amerika Serikat. Meski data statistiknya di Indonesia belum diketahui persis, bukan berarti kita tak perlu mewaspadainya. Apa itu penggumpalan darah?

Penggumpalan darah merupakan masalah yang serius, bahkan mengancam nyawa. Anda bisa mengalami serangan jantung saat penggumpalan darah terjadi di arteri jantung, Anda bisa mengalami stroke saat penggumpalan darah terjadi di bilik jantung atau di arteri leher yang berpotensi berjalan ke otak. Gejalanya beragam, atau bisa juga tak terlihat.

Penggumpalan darah yang terjadi di pembuluh vena dalam dinamakan deep vein thrombosis (DVT) dan paling umum terjadi di daerah kaki atau panggul. Bahaya besar yang bisa muncul adalah saat gumpalan darah yang terjadi di kaki terbawa ke paru-paru dan membuat pembuluh darah di paru-paru tersumbat (emboli paru).

Oleh karena itu, waspadai gejala penggumpalan darah di kaki, seperti pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan mudah sakit. Rasa nyeri yang muncul bisa seperti keram otot yang parah, atau saat Anda mencoba mengangkat atau memberi es pada bagian kaki yang bengkak, tak akan berpengaruh. Mungkin juga kaki Anda terasa hangat ketika penggumpalan darah makin parah.

Gejala dan akibat yang mungkin muncul bisa bervariasi, bergantung pada lokasi awal dan akhir terjadinya penggumpalan darah. Anda bisa mengalami serangan jantung saat penggumpalan darah terjadi di arteri jantung. Jika Anda merasa nyeri di dada seperti tertekan benda yang sangat berat, Anda mungkin sedang mengalami gejala serangan jantung. Jika Anda merasa nyeri di dada yang makin sakit setiap bernapas, Anda mungkin sedang mengalami gejala emboli paru. Keduanya adalah kondisi yang serius dan bisa mengancam nyawa.

Anda bisa mengalami stroke saat penggumpalan darah terjadi di bilik jantung atau di arteri leher yang berpotensi berjalan ke otak. Waspadai gejala seperti lemah atau mati rasa di satu sisi bagian tubuh, gangguan penglihatan, dan kesulitan berbicara jelas (selengkapnya di Serangan Jantung dan Stroke, Kenali Perbedaannya).

Penggumpalan darah bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari riwayat penyakit di keluarga, masalah irama jantung, kebiasaan terlalu lama duduk, hingga obesitas. Makin awal penggumpalan darah didiagnosis dan ditangani, makin kecil kerusakan permanen atau fatal yang mungkin terjadi. Vascular Disease Foundation merekomendasikan kita untuk mengetahui gejala dan risiko lebih lanjut mengenai penggumpalan darah demi mencegah hilangnya nyawa. Hubungi dokter untuk mengetahui risiko Anda, atau hubungi segera jika Anda merasa mengalami penggumpalan darah.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.