Ternyata, menjaga kesehatan tak hanya dari apa yang kita makan atau lakukan, tapi juga dari apa yang kita kenakan. Tanpa disadari, pakaian pun memiliki pengaruh terhadap kesehatan kita. Apa sajakah itu?

1. Pakaian berbahan sintetis
Meski tak semua pakaian berbahan sintetis harus dihindari, beberapa jenis bahan buatan seperti poliester, nilon, dan spandex bisa menyebabkan iritasi kulit. Beberapa bahan juga tidak memiliki serapan yang baik sehingga bisa menyebabkan iritasi atau infeksi jamur akibat kelembapan yang terperangkap di permukaan kulit. Sama halnya dengan bahan pakaian daerah kewanitaan Anda. Bahan-bahan seperti sutra dan nilon merupakan bahan yang cenderung memerangkap kelembapan, lain halnya dengan bahan katun. Jadi, hindari pakaian dari bahan yang kurang ramah kulit, apalagi jika sampai menimbulkan ruam.

2. Perhiasan dan tindikan
Ingin tampil cantik memakai perhiasan? Mungkin Anda perlu lebih berhati-hati dalam memilih. Bahan-bahan perhiasan yang mengandung logam nikel bisa menimbulkan alergi nikel seperti ruam, gatal-gatal, dan kemerahan. Untuk mencegahnya, pilih perhiasan hipoalergenik seperti titanium, emas kuning minimal 18 karat, dan perak murni. Selain perhiasan, tindikan juga bisa menyebabkan masalah kesehatan mulai dari keloid hingga hepatitis B dan C. Oleh karena itu jika mau menindik, lakukan di tempat yang terjamin atau dengan bantuan dokter. Hindari menindik yang tak perlu untuk menghindari reaksi alergi dan efek-efek samping lainnya.

3. Sandal jepit
Meski nyaman dipakai kapan dan di mana saja, para ahli mengatakan bahwa memakai sandal jepit tanpa tabir surya bisa mengarah pada meningkatnya risiko kanker kulit karena paparan matahari. Para peneliti juga mengaitkan penggunaan sandal jepit dengan plantar fasciitis – penyebab umum nyeri tumit. Oleh karena itu, jangan terlalu lama menggunakan sandal jepit dan ganti sandal Anda tiap 3-4 bulan. Selain sandal jepit, sepatu flat juga bisa menyebabkan plantar fasciitis jika tidak memiliki bantalan dan sokongan yang tepat untuk kaki.

4. Sepatu hak tinggi
Sepatu hak tinggi mungkin dapat mendongkrak penampilan, tapi tak diragukan lagi bahwa efek dari sepatu ini melampaui rasa pegal atau sakit. Menurut penelitian, menggunakan sepatu hak tinggi lebih dari 5 cm dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan otot lelah dan memendek, serta kaku pada urat kaki bagian bawah belakang. Para peneliti juga berpendapat bahwa sepatu hak tinggi merupakan alasan wanita lebih sering mengalami osteoarthritis atau radang sendi pada lutut dibandingkan pria. Untuk meminimalisir risiko tersebut, ada baiknya Anda mengurangi pemakaian sepatu hak tinggi, atau paling tidak, kurangi tinggi haknya.

Nah, jadi bukan hanya penampilan yang perlu dipertimbangkan saat membeli pakaian, kesehatan Anda pun penting dipertimbangkan lho!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.