Diperkirakan sekitar 1 dari 4 orang punya bau mulut atau halitosis. Meski sudah menjadi salah satu masalah yang umum kita alami, tahukah Anda apa biang keroknya? Yuk, atasi dengan mencari tahu penyebab-penyebabnya di sini.

Ada beberapa alasan yang bisa membuat kita jadi bau mulut. Bisa karena kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik, gejala penyakit gusi, hingga efek dari obat atau penyakit tertentu.

Nah, hal pertama yang perlu diketahui adalah, apakah Anda termasuk salah satu yang punya bau mulut? Cara sederhana untuk mengetahuinya adalah dengan menjilat bagian dalam pergelangan tangan Anda lalu tunggu beberapa detik hingga air liur Anda kering. Kalau baunya kurang enak, kemungkinannya… napas Anda pun begitu. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

1. Kebersihan mulut yang buruk
Penumpukan bakteri di mulut menjadi alasan paling umum penyebab bau mulut. Bukan cuma jadi biang kerok penghasil gas berbau tak enak di mulut, bakteri-bakteri ini juga bisa menempel di gigi dalam bentuk plak dan menjadi biang kerok penyakit gusi, kerusakan gigi, hingga masalah kesehatan yang serius. Makanya, kita perlu rutin menggosok gigi, flossing, dan membersihkan lidah untuk mencegah adanya penumpukan bakteri di mulut.

Masalah bau mulut juga perlu dicegah dan diatasi dengan membersihkan karang gigi. Bau mulut yang disebabkan oleh penumpukan bakteri maupun karang gigi yang sudah lama menempel mungkin tak bisa dibersihkan hanya dengan sikat gigi, dan membutuhkan pembersihan karang gigi atau dental scaling. Dental scaling akan menghilangkan karang gigi, terutama di daerah yang sulit dijangkau.

2. Makanan dan minuman
Bawang putih, bawang bombay, kopi, alkohol, apa saja yang berasa atau beraroma tajam bisa membuat napas kita bau. Kabar baiknya, bau mulut karena makanan dan minuman sifatnya sementara dan bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman tersebut. Jangan lupa juga untuk lebih menjaga kebersihan mulut supaya tidak ada sisa-sisa makanan atau minuman yang menyangkut dan menjadi sarang bakteri.

3. Kondisi medis
Dalam keadaan tertentu, bau mulut bisa disebabkan oleh kondisi medis. Misalnya mulut kering (xerostomia). Kurangnya air liur bisa meningkatkan jumlah bakteri, bahkan mengubah jenis bakteri dalam mulut yang berpengaruh ke bau mulut. Kondisi medis lainnya yang juga bisa berpengaruh ke bau mulut antara lain adalah kondisi gastrointestinal seperti infeksi bakteri dalam lambung dan usus, beberapa jenis kanker, gangguan metabolis, diabetes, bronkitis, dan sinusitis.

4. Obat-obatan
Ada obat yang bisa membuat mulut kering yang akhirnya menghasilkan bau mulut, ada juga yang melepaskan zat dalam tubuh dan menghasilkan bau setelah dicerna. Kalau ada obat yang membuat Anda bau mulut, coba konsultasikan ke dokter untuk mencari alternatif obat lain.

5. Rokok
Pengaruh rokok terhadap kesehatan mulut tak bisa disepelekan. Selain membuat napas bau, merokok juga membuat gigi kita kuning, melemahkan indera pengecap kita, dan meningkatkan risiko iritasi dan penyakit gusi – yang juga makin memperparah bau mulut.

6. Diet dan puasa
Diet instan dan puasa juga bisa jadi penyebab bau mulut. Alasannya, saat diet atau puasa, tubuh memecah lemak yang menghasilkan zat kimia bernama keton dan bisa terbawa oleh napas Anda.

Seharusnya, kita bisa mengurangi dan mengusir bau mulut dengan menjaga kebersihan mulut secara konsisten. Tapi kalau cara tersebut tak menyelesaikan masalah, periksakan ke dokter untuk memastikan bahwa penyebab bau mulut Anda bukanlah karena kondisi yang lebih serius. Sudah tahu kan kesehatan mulut berkaitan dengan kesehatan tubuh? Kalau belum, simak selengkapnya di Melihat Kesehatan Tubuh dari Mulut Kita.

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Rezkha Amalia, General Practitioner di Medikaloka Healthcare.

Banner ad dental-27

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.