Kita berpikir rumah adalah lingkungan bermain teraman untuk si kecil. Benarkah hal tersebut? Fakta di Amerika Serikat menyebutkan setiap tahunnya banyak anak yang sakit bahkan meninggal karena mainannya. Guna menghindarinya mari kita kupas term and condition memilih mainan untuk si buah hati.

Bayi, Balita dan Balita (0-5 tahun)
 Anak usia dini adalah pemakan segala alias suka sekali memasukan benda-benda dalam mulutnya. Oleh karena itu sangat rentan tertelan, tersedak hingga keracunan. The U.S. Consumer Product and Safety Commission (CPSC) mengeluarkan beberapa petunjuk mengenai hal ini.

Belikan mainan sesuai usia Biasanya dalam label tercantum petunjuk dan umur pengguna mainan. Jangan pernah membeli yang tidak sesuai usianya meskipun lucu. Karena mainan untuk anak yang lebih besar biasanya mengandung partikel kecil yang berisiko tertelan.

Hindari Balon Hampir semua anak menyukainya, namun apa jadinya jika meledak? Bukan karena efek kaget melainkan serpihan karet balon juga berisiko tertelan.

Bola kecil dan kelereng Oval, bundar adalah benda yang sangat mudah tertelan, apalagi jika permukaannya licin.

Tali buaian Benda satu ini sering terlupakan. Coba perhatikan sekitar tempat tidur atau stroller si kecil. Kita suka menggantung mainan, lonceng, rattle dan lainnya. Singkirkan saat buah hati berusia lima bulan. Dukung rasa ingin tahunya dengan menjauhkan benda-benda yang bisa dimasukan ke mulut. Anak aman, kitapun nyaman.

Anak-Anak (6-12 tahun) 
Meski cukup besar, mereka juga harus diperharikan. Rekomendasi dari CPSC adalah menghindari benda dengan ujung yang tajam ataupun bersudut. Anak-anak SD ini juga harus dijauhkan dari elektronik yang bisa panas.

Senar Misalnya raket bulu tangkis, senar gitar, tali laying-layang dan lainnya. Pastikan tiap ujungnya terpasang dengan baik hingga tidak ada kebocoran. Jangan sampai mereka tertusuk ataupun tergores.

Helm Jangan pandang remeh hobi memanjatnya, main sepeda, bola ataupun sepatu roda. Selalu ingatkan untuk menggunakan helm serta alat keamanan lainnya. Terkadang mereka mungkin menolak karena malu, namun bukankah lebih baik mencegah daripada terluka.

Label Mainan elektronik termasuk mobil control harus memiki standard keamanan. Periksa apakah ada tertulis UL yang artinya telah memenuhi persyaratan keamanan dari Underwriters Laboratories (http://ul.com/aboutul/).

Selain hal di atas sebenarnya masih banyak lagi yang harus kita perhatikan. Misalnya saja, jangan meletakan perhiasan sembarangan, atau hindari mainan yang mengandung magnet. Oleh karena itu usahakan si kecil bermain dalam pengawasan orang tua. Dan mungkin supaya aman kita bisa menyimpulkan lebih baik membeli mainan yang besar alias Bigger is Better. Selamat bermain! (source: http://www.ge-healthahead.com – oca)

Share Button