Pemborosan tidak hanya datang dari godaan tas baru ataupun make up. Tanpa sadar sehari-hari kita membuang uang secara cuma-cuma, seakan kantong keuangan kita memiliki lubang di tengahnya.

Kenali apa saja hal kecil yang bisa berpotensi menguras kantong Anda secara diam-diam.

Telat bayar tagihan.
Denda dengan jumlah kecil memang kesannya sepele. Tapi lama-lama tak terasa akan menjadi banyak. Usahakan selalu tepat waktu dalam membayar berbagai tagihan listrik, telepon, Internet, sampai kartu kredit. Gunakan fitur pengingat di kalender ponsel, bila Anda tipe pelupa.

Pembelian yang tidak masuk akal.
Tanpa sadar kita (khususnya perempuan), sering membeli barang sesuai ‘keinginan’ dan bukan ‘kebutuhan’. Misalnya karena godaan sale di pusat perbelanjaan, kita tetap berbelanja pakaian, tas, atau barang lainnya, padahal kita masih punya stock pakaian yang bahkan belum sempat terpakai. Belajarlah untuk mulai berbelanja sesuai dengan apa yang kita butuhkan, dan jangan tergoda dengan sale.

Terlalu sering makan di luar.
Ini merupakan pemborosan terselubung yang tidak terasa. Mulailah memisahkan uang jatah bulanan untuk hangout bersama teman. Hal ini membuat Anda mengontrol pengeluaran tersebut. Jika jatah sudah habis, maka biasakan sesekali membawa makan dari rumah untuk makan siang di kantor atau berkumpul bersama teman-teman di rumah ditemani cemilan dan makanan buatan sendiri.

Biaya ATM
Seringkali Anda harus dihadapkan pada situasi tak ada ATM bank pilihan Anda dan terpaksa tarik tunai di ATM bank lain. Sesekali memang tak ada salahnya, tapi jangan dibiasakan. Usahakan menarik uang sebisa mungkin tanpa biaya.

Benda sekali pakai
Karena ada acara kantor, Anda memaksakan diri membeli gaun berwarna emas agar sesuai dengan tema acara. Lalu apa yang terjadi setelah acara tersebut? Biasanya benda yang dibeli hanya menjadi penghuni lemari. Maksimalkan kreativitas dan koneksi Anda dalam hal ini. Apakah kakak ipar atau sahabat Anda punya benda yang dibutuhkan sehingga bisa dipinjam? Coba lihat kembali lemari Anda siapa tahu ada beberapa benda yang bisa “didaur ulang”.

Menggunakan tenaga untuk jarak dekat.
Pergi ke supermarket yang jaraknya hanya dua blok dari rumah tentu tak perlu menggunakan mobil atau motor. Usahakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk menuju tempat yang masih terjangkau tenaga. Selain mendapat manfaat karena gerak badan, Anda juga berhemat ongkos bensin dan mengurangi polusi.

Pemborosan alat listrik
Matikan peralatan listrik atau lampu ketika tidak digunakan. Ini terdengar sepele, tapi baru terasa saat Anda membayar tagihan listrik. Untuk apa menyalakan pendingin ruangan saat Anda tak berada dalam ruangan tersebut. Matikan lampu halaman segera saat matahari mulai bersinar. Penghematan penggunaan listrik ini, selain ramah lingkungan juga ramah dompet.

Share Button