Tidur cukup dan nyenyak penting bagi kualitas keseharian kita, serta memberikan manfaat hidup lebih sehat (lihat manfaat tidur cukup di sini). Tapi ternyata, kurang tidur dalam jangka panjang pun dapat meningkatkan berbagai resiko penyakit yang serius. Apa saja resikonya?

1. Kurang tidur meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.
Kita tahu bahwa memiliki kualitas tidur yang baik sangatlah penting. Penelitian menemukan bahwa orang yang tidurnya kurang memiliki resiko lebih besar terhadap penyakit jantung dan stroke, dibandingkan orang yang tidur 7-8 jam sehari.

2. Kurang tidur meningkatkan gula darah dan resiko diabetes tipe 2.
Penelitian terhadap para pria muda yang sehat, namun dengan waktu tidur hanya 4-6 jam sehari, menyebabkan mereka terkena pra-diabetes. Namun, gejala ini dapat segera disembuhkan dengan meningkatkan jam dan kualitas tidur mereka dalam 1 minggu.

3. Kurang tidur membuat badan gemuk.
Kurang tidur merupakan salah satu faktor kuat terhadap obesitas. Berdasarkan penelitian, orang yang kurang tidur kebanyakan mengalami kenaikan berat badan 55% lebih besar dibanding orang yang memiliki pola tidur cukup.

4. Kurang tidur meningkatkan depresi.
Penyakit kejiwaan, seperti depresi, dipercaya erat kaitannya dengan buruknya kualitas tidur seseorang. Hal ini ditunjukkan dengan 90% pasien yang mengalami depresi juga mengeluhkan bahwa mereka memiliki masalah dengan tidur. Bahkan pola tidur yang buruk juga erat hubungannya dengan resiko bunuh diri.

5. Kurang tidur meningkatkan bahaya infeksi.
Selain infeksi, tidur kurang juga menyebabkan beberapa sel-sel dalam tubuh rusak. Penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang beresiko terhadap infeksi jangka panjang dalam tubuh, khususnya di pencernaan kita. Beberapa dokter bahkan merekomendasikan terapi tidur bagi para pasien yang menderita infeksi berkepanjangan dalam sistem pencernaan mereka.

6. Pola tidur berdampak pada emosi dan interaksi sosial.
Kurang tidur menurunkan kemampuan kita untuk bersosialisasi dengan sesama. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang tidurnya kurang, kurang mampu dalam mengekspresikan perasaan mereka, baik itu senang ataupun marah. Peneliti percaya bahwa tidur yang kurang menurunkan kemampuan mengendalikan emosi.

Nah, setelah mengetahui pentingnya tidur cukup, mari mulai ubah pola tidur Anda sehari-hari agar Anda memiliki tidur minimal 8 jam sehari.

 

medikalokaArtikel ini disponsori oleh Medikaloka dan telah diverifikasi oleh dr. Fiona Amelia, MPH, Compliance Care Coordinator di Medikaloka Healthcare.
Share Button