Banyak kita ketahui bahwa orang-orang tua di sekitar kita sering mengeluhkan kalau mereka susah tidur. Mereka merasa bahwa jam tidur mereka berkurang dibandingkan ketika masih muda.

Artikel ini menguak hal tersebut. Ternyata rusaknya sel-sel otak bisa berdampak pada perubahan pola tidur. Hal tersebut bisa menjelaskan kenapa kebanyakan orang tua mengalami susah tidur.

Bagi pasien Alzheimer, gangguan pola tidur dapat menyebabkan kebingungan di malam hari bagi mereka. Peneliti menganalisa data dari Rush Memory and Aging Project, yang melibatkan 1.000 orang dengan usia mulai 65 tahun sampai meninggal, dan menyerahkan bagian otak mereka untuk diteliti.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pasien Alzheimer memiliki penurunan signifikan terhadap fungsi ventrolateral preoptic neurons, dan rusaknya sel-sel otak menyebabkan gangguan pola tidur. Rata-rata, seseorang di usia 70 an, memiliki jam tidur 1 jam lebih sedikit dibandingkan orang yang berusia 20 an. Hal ini diungkapkan oleh dr. Clifford Saper, kepala neurologi di Beth Israel Medical Center, Boston, USA.

Rata-rata, seseorang di usia 70an, memiliki jam tidur 1 jam lebih sedikit dibandingkan orang yang berusia 20 an.

Berkurangnya jam tidur juga erat kaitannya dengan beberapa masalah kesehatan, termasuk di antaranya memori atau turunnya daya ingat, menaikkan tekanan darah, dan meningkatkan resiko diabetes tipe 2. Hasil penelitian ini dipublikasikan di salah satu jurnal kesehatan di Amerika dan hasilnya membuktikan bahwa ventrolateral preoptic neurons memiliki peranan penting dalam mengatur pola tidur manusia.

Rusaknya sel-sel tersebut (khususnya bagi para pasien Alzheimer) membuktikan bahwa orang yang sudah berusia lanjut mengalami penurunan jam tidur dan mereka sering mengalami masalah dengan pola tidurnya. Hal ini menghasilkan beberapa metode dalam dunia kesehatan untuk melakukan terapi tidur bagi para orang tua.

Share Button