Dear Para Orang Tua Baru, Ini 5 Tips Rencana Keuangan untuk Masa Depan Anak

Rencana Keuangan8

Menjadi orang tua adalah salah satu life changing-event yang akan dialami banyak orang. Sebab, kita tak lagi hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri, tetapi juga untuk anak yang segala sesuatunya masih bergantung pada kita. Tentunya, banyak aspek yang akan berubah dari kehidupan keluarga, salah satunya aspek finansial. Dengan bertambahnya anggota keluarga baru, rencana keuangan akan berubah secara signifikan.

Untuk itu, dibutuhkan perencanaan yang matang untuk menghadapi perubahan finansial yang akan datang. Mempersiapkannya sejak dini –bahkan saat baru mengetahui kehamilan– akan meminimalisir stres dan membuat kita bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan buah hati yang baru lahir.

Berikut lima tips merencanakan keuangan bagi orang tua baru:

1. Tingkatkan dana darurat

Dengan kehadiran buah hati, perencanaan darurat kita juga harus ikut ditingkatkan. Kita harus memastikan mampu menjaga rumah tangga tetap aman dan berjalan lancar meski tengah dilanda situasi tak diinginkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan, sakit, atau pengeluaran tak terduga lainnya dalam jumlah besar.

Sebagai acuan, sebagian besar pakar keuangan merekomendasikan agar biaya hidup penting selama enam hingga dua belas bulan selalu tersedia untuk keadaan darurat. Dana ini sebaiknya dalam bentuk yang paling likuid, dan tidak harus dalam bentuk rekening bank saja, tapi juga bisa disebar ke rekening giro berbunga atau rekening pasar uang, sertifikat deposito, atau investasi likuid lainnya yang relatif bersifat konservatif.

Salah satu dana darurat yang paling efektif adalah dengan memiliki asuransi kesehatan dan income protection. Meskipun tergolong jarang terjadi, namun kondisi darurat bisa memberi dampak kerusakan finansial yang sangat signifikan.

2. Daftarkan buah hati ke dalam asuransi kesehatan

Setelah anak kita lahir, jangan lupa kontak pihak asuransi yang kita miliki untuk melakukan penambahan anggota, atau buatkan buah hati asuransi kesehatan yang baru. Biasanya, sebagian besar asuransi kesehatan mengharuskan anak kita sudah berusia 30-60 hari setelah lahir untuk bisa didaftarkan.

Perlu diperhatikan bahwa anak-anak cukup rentan akan penyakit. Sebaiknya kita jangan menunda untuk memiliki asuransi kesehatan untuk mereka. Selain itu, ada juga asuransi kesehatan yang memiliki benefit untuk vaksinasi.

3. Susun daftar pengeluaran bulanan

Seiring bertambahnya usia bayi, tentunya daftar pengeluaran kita juga akan bertambah setiap bulan. Supaya terhindar dari pengeluaran berlebih, cobalah mencatat pengeluaran bulanan yang disusun berdasarkan skala prioritas.

Utamakan pengeluaran untuk apa yang dibutuhkan oleh keluarga. Jangan lupa untuk terus mengevaluasi anggaran dan memperbaruinya minimal sebulan sekali. Dengan begitu, kita bisa mengetahui mana pengeluaran yang paling besar dan bisa menyusun strategi untuk memangkasnya.

Golden rule yang dapat dipakai untuk pengeluaran bulanan keluarga adalah; maksimal 50% dari penghasilan untuk biaya hidup, 20-30% ditabung dan/atau diinvestasikan, dan 10-20% dana darurat, termasuk premi asuransi. Komposisi ini dapat diatur sesuai kebutuhan, khususnya bagian biaya hidup.

4. Persiapkan dana untuk pendidikan sejak bayi lahir

Semakin hari, biaya pendidikan semakin tinggi. Bila dihitung-hitung, inflasi atau kenaikan biaya pendidikan di Indonesia secara umum mencapai 10-15% per tahun.

Tentu saja, dengan menyiapkan dana pendidikan lebih awal akan membuat beban kita semakin ringan. Selain itu, semakin dini kita mulai menabung untuk pendidikan anak, semakin banyak pilihan pendidikan yang nantinya bisa ia pilih. Perlu diingat, prioritas dana pendidikan ini adalah untuk jenjang pendidikan universitas.

5. Perbarui dokumen perencanaan properti

Dilansir Charles Schwab, salah satu tips merencanakan keuangan bagi orang tua baru adalah memperbarui dokumen-dokumen yang ada hubungannya dengan warisan.

Hukum di Indonesia mengatur bahwa surat wasiat tidak harus diikuti, namun bisa menjadi acuan atau pilihan untuk ahli waris. Ahli waris bisa memilih untuk mengikutinya atau tidak. Ini berbeda dengan anglo-saxon law (commonwealth).

Pertimbangkan dan konsultasikan juga asuransi jiwa, karena sifatnya likuid dan segera bisa cair kepada penerima manfaat yang sudah ditunjuk sejak awal.

Konsultasikan juga dengan pengacara untuk memastikan bagian lain dari rencana warisan sudah beres, termasuk surat kuasa untuk keputusan keuangan dan perawatan kesehatan, serta penetapan penerima manfaat terkini. Pengacara dapat membantu kita menentukan, apakah masuk akal membuat perwalian untuk situasi dan tujuan kita.

Itulah dia, 5 tips rencana keuangan untuk orang tua baru. Kehadiran buah hati memang menciptakan kebahagiaan baru, tapi jangan sampai kita jadi lupa mengatur keuangan dengan baik.

Yuk, mulai atur strategi keuangan supaya kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dan masa depan anak terjamin!

Related Posts