PCR AIGS: Tes Swab Kilat dan Akurat Hanya Dalam 3 Jam

PCR AIGS0

Saat ini, tes swab dengan real-time polymerase chain reaction (RT-PCR) menjadi metode paling akurat dan direkomendasikan untuk mendeteksi virus corona penyebab COVID-19. Dibanding rapid antibody dan rapid antigen, RT-PCR juga direkomendasikan oleh WHO sebagai golden standard untuk pemeriksaan COVID-19. Kini ada PCR AIGS, apa itu?

Namun hingga saat ini sayangnya, jika dibandingkan dengan rapid test, hasil dari test RT-PCR memang lebih lama dikarenakan kompleksitas alat dan pemrosesan sample sehingga memakan waktu bisa sampai beberapa hari lamanya. Untungnya, kini ada metode swab PCR dengan teknologi yang lebih canggih sehingga memungkinkan untuk mendapatkan hasil PCR dalam waktu 2-3 jam saja.

Dikenal dengan nama PCR automatic integrated gene detection system for novel coronavirus (AIGS), tes deteksi virus corona ini tak hanya lebih cepat, tapi juga minim kesalahan teknis. Kira-kira, apa saja keunggulan dari PCR ini dan apa perbedaannya dengan tes PCR konvensional ? We’ve listed all you need to know about PCR AIGS here:

1. Apa itu tes PCR AIGS?
PCR AIGS adalah tes deteksi virus corona yang menggunakan automatic integrated gene detection system for novel coronavirus (AIGS). Pada dasarnya, tes PCR ini hampir sama dengan PCR pada umumnya.

Keduanya sama-sama harus melewati proses ekstraksi dan amplifikasi untuk pengujian. Bedanya, pada tes PCR kilat ini sudah fully automated, sehingga proses ekstraksi dan amplifikasi berjalan bersamaan, sehingga memotong waktu pengerjaan.

Itulah kenapa, hasil tes PCR AIGS bisa keluar hanya dalam waktu 2-3 jam saja, sedangkan tes PCR konservatif membutuhkan waktu beberapa hari, atau paling cepat 6-12 jam.

2. Bagaimana cara kerjanya?
Proses pengambilan sampel dalam tes PCR kilat ini dilakukan secara swab, yakni pengusapan kapas lidi (dacron) pada rongga nasofaring dan orofaring untuk mendapatkan lendir.

Sampel tersebut kemudian langsung dimasukkan ke dalam cartridge untuk di tes. Setelah proses pencampuran dengan berbagai senyawa kimia oleh analis laboratorium, cartridge akan langsung dihubungkan ke mesin untuk diproses.

3. Seberapa besar tingkat akurasinya?
Tes PCR AIGS memiliki tingkat sensitivitas yang sama seperti PCR yang lain, yakni sekitar 98-99 persen.

4. Apa kelebihannya?
Selain waktu pengerjaan lebih cepat dan tidak makan tempat, teknologi fully automated pada PCR dengan metode AIGS ini akan meminimalisir human error. Hal ini dapat mencegah terjadinya false positive maupun false negative.

5. Apakah ada kekurangannya?
Terlepas dari berbagai keunggulannya, tes PCR kilat ini juga memiliki beberapa kekurangan; yaitu alat uji yang sangat kecil. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan ekstra dan maintenance berkala agar alat tetap berjalan maksimal.

Dengan keunggulan pengoperasian yang sederhana dan waktu yang lebih sedikit, PCR AIGS bisa sangat membantu untuk meningkatkan efisiensi deteksi dan mengontrol penyebaran COVID-19. And most importantly, you can ensure your health safety faster!

Catatan: Berkerjasama dengan Medikaloka, LiveWell Indonesia akan menghadirkan tes PCR AIGS di beberapa titik drive-thru testing di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Update terkait PCR kilat ini dapat dilihat di Instagram (@livewell_id).

Related Posts