Untung Besar saat Pandemi, Ini 4 Tips Berbisnis Tanaman Hias dengan Modal Kecil

tanaman hias2

Keharusan untuk meminimalisir keluar rumah membuat banyak orang memulai hobi baru, salah satunya menanam tanaman hias. Tak hanya ditanam di luar rumah, tanaman ini juga dijadikan sebagai hiasan interior, untuk menambah suasana sejuk di dalam rumah.

Dengan semakin populernya tanaman hias sebagai ‘pelipur lara’ saat harus stay at home, tingkat penjualannya ikut meningkat drastis. Beberapa jenis tanamannya bahkan mencapai harga jual yang fantastis.

Hal ini tentu saja bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di tengah pandemi. Apalagi, bisnis tanaman hias tak melulu membutuhkan modal yang besar dan bisa dimulai dengan budget minim sekalipun.

Nah, kalau kamu tertarik untuk memulai bisnis dengan modal kecil, intip tipsnya berikut ini, yuk!

1. Pelajari pengetahuan tentang tanaman yang akan dijual
Salah satu tips utama mulai bisnis tanaman dengan modal minim, adalah punya pengetahuan yang cukup tentang tanaman tersebut. Sebab, masing-masing tanaman punya perawatannya masing-masing. Tentu kita tak mau produk kita mati dan tak tumbuh dengan baik, kan?

Selain itu, pengetahuan tentang tanaman juga dapat menjadi nilai tambah karena kita dapat memberikan informasi ke para pembeli. Apalagi, saat ini customer lebih senang dengan berbagai jenis tanaman yang mudah dirawat agar bisa bertahan lebih lama.

2. Mulai dari membeli tanaman berukuran kecil
Hanya dengan mengumpulkan dana sebesar Rp 300 ribu, kamu sudah bisa mulai berbisnis tanaman hias, lho. Tak perlu langsung membeli tanaman yang berukuran besar dan sedang menjadi tren.

Tanaman mungil seperti kaktus mini atau succulent bisa jadi pilihan awal. Selain cukup banyak peminatnya, harganya pun sangat terjangkau. Biasanya, petani menjual kaktus mini dan succulent dalam bentuk paket yang terdiri dari puluhan tanaman.

Setelahnya, kamu bisa pelan-pelan berkembang untuk menjual jenis tanaman lainnya.

3. Pilih tanaman yang bermodal kecil namun cukup menguntungkan
Bila ingin menekuni bisnis tanaman hias, usahakan untuk memilih tanaman yang punya daya jual stabil dan tidak hanya musiman semata.

Ada beberapa jenis tanaman yang bisa kamu beli dengan biaya murah dan punya harga jual cukup menjanjikan. Misalnya, bunga mawar, anggrek, atau pohon bonsai. Dengan begitu, kita bisa fokus untuk mengumpulkan modal dan menstabilkan penjualan terlebih dahulu, baru kemudian menambah variasi produk yang dijual.

4. Gunakan media sosial sebagai sarana promosi
Nowadays, kita tak memerlukan lokasi yang strategis untuk memulai bisnis, karena semuanya bisa dipasarkan melalui media sosial. Begitu pula dengan bisnis tanaman hias, di awal memulai bisnis, kita tak harus memiliki lokasi penjualan yang besar dan strategis.

Mulailah dengan menanam di pekarangan rumah, dan jadikan media sosial untuk memaksimalkan pemasaran. Pemilik Nanem Taneman –salah satu bisnis tanaman hias yang sudah terkenal– bahkan mengungkapkan kalau ia pertama kali terjun ke bisnis ini karena banyaknya peminat tanaman hias yang telah diunggahnya di media sosial.

Atur media sosialmu dengan foto-foto si anak hijau semenarik mungkin, dan bangun awareness calon pembeli terhadap bisnis tanaman hias yang kamu bangun.

Now we know that memulai bisnis tak melulu butuh biaya besar. Dengan modal yang masih minim sekalipun, kita bisa mendulang cuan dari tanaman hias. So, do you dare to start?

Related Posts