5 Cara Mengurangi Rasa Lelah saat Working Remotely

Work from home2

Selama masa pandemi, banyak perusahaan yang menerapkan aturan work from home (WFH). Bahkan, tak sedikit yang mengharuskan karyawannya untuk WFH hingga waktu yang tidak ditentukan.

Meski terdengar lebih efisien dan menyenangkan karena kita bisa bekerja dari rumah (atau bahkan jarak jauh), tapi rupanya, terlalu lama menjalani WFH bisa menyebabkan rasa lelah atau istilahnya, working fatigue.

Dikutip dari Health Blog Michigan Health Lab, menurut Kelcey Stratton Ph.D, psikolog klinis dari Michigan Medicine, hal ini disebabkan karena perhatian kita jadi terpecah selama bekerja di rumah. Pasangan kita bekerja di sebelah kita, anak-anak yang rewel, atau suara hewan peliharaan yang mengganggu.

Selain itu, penggunaan teknologi secara terus menerus saat bekerja (Zoom meeting, Google Meet, you name it) juga bisa membuat kita lebih cepat lelah. But don’t worry, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk meningkatkan performa kerja diri sendiri maupun tim selama harus work from home.

Apa saja? Berikut rangkuman selengkapnya:

1. Usahakan meeting melalui phone call

Supaya rasa lelah atau working fatigue selama WFH bisa berkurang, cobalah switch zoom meeting dengan phone call. Ketika melakukan video call, perhatian kita cenderung terbagi, sebab kita tak hanya fokus pada satu orang saja yang berbicara, tapi banyak layar. Selain itu, kita juga memperhatikan bagaimana tampilan kita, dan apa yang ada pada background kita.

Memang, meeting dengan grup besar akan lebih efektif melalui video conference, namun kalau kita hanya perlu mengecek ke satu orang atau grup kecil saja, phone call bisa lebih cepat dan efisien.

2. Kurangi multitasking

Laman Michigan Health menyebut, meski kita terbiasa untuk melakukan multitasking –membalas email sambil mengikuti conference call, misalnya– tapi melakukan keduanya menguras lebih banyak energi. Pada dasarnya, kita tidak benar-benar melakukan dua hal secara bersamaan, tapi bergantian. Hal ini bisa meningkatkan rasa lelah karena pergantian konsentrasi dan perhatian yang konstan.

Cukup fokus pada satu tugas, tutup semua aplikasi yang tak diperlukan, dan jauhkan segala bentuk distraksi dari jangkauanmu saat bekerja.

3. Beri jeda istirahat

Stratton menjelaskan, untuk meminimalisir working fatigue, usahakan untuk beristirahat sejenak tiap selesai meeting. Kalau diingat kembali, sebelum WFH, kita selalu menyediakan coffee break setelah meeting usai, atau sesimpel jeda saat berjalan dari satu ruangan ke area kantor lainnya

Nah, kita juga bisa menerapkannya di rumah, agar tak cepat lelah selama WFH. Misalnya, melakukan stretching ringan, taking a deep breath, atau jalan-jalan di halaman luar sebentar tiap selesai melakukan conference call. Hal-hal kecil tersebut bisa sangat membantu me-reset energi mental kita.

4. Atur virtual team building

Terlalu lama bekerja dari rumah bisa membuat pikiran dan inspirasi menjadi buntu, alias burn out. A little virtual meeting and brainstorming session could help. Coba bahas satu topik secara mendalam dengan beberapa anggota tim secara one-on-one. 

Atau, bisa juga dengan memanggil ahli sebuah subyek tertentu untuk mempresentasikan suatu topik. Meski subyek tersebut tak berkaitan secara langsung dengan pekerjaan yang kita lakukan, tapi sesi itu bisa membantu anggota tim menemukan perspektif baru dan segar.

5. Tetap jalani rutinitas sebelum WFH

Salah satu hal paling penting untuk mengatasi kejenuhan dan lelah saat WFH adalah tetap menjalani rutinitas harian sebelum pandemi melanda. Contohnya, kalau kamu biasa menghabiskan waktu sekitar 20 menit di jalan untuk menuju kantor, lakukan hal yang jadi kebiasaanmu, seperti mendengarkan podcast atau musik.

Tetap ikuti jadwal sehari-hari seperti biasanya. Selain itu, jika memungkinkan, beri batas antara area bekerja dan istirahat. Singkirkan komputer atau hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan setelah selesai bekerja maupun saat sedang istirahat.

Working fatigue selama work from home memang tak bisa dihindari, tapi setidaknya, kapan lagi kita bisa memakai sweatpants sebagai outfit kerja, kan?

Related Posts